Thursday, 6 May 2021

Berita

Berita Utama

13 Tahun Putus Komunikasi, UPT BP2MI Mataram Fasilitasi PMI Asal Bima Berkomunikasi dengan Keluarga

-

00.03 8 March 2021 399

PMI Sakinah berkomunikasi dengan pamannya, Suryadin via aplikasi LINE, Minggu (7/3/2021)

Mataram, BP2MI (8/3) - Setelah 13 tahun putus komunikasi dengan keluarga di Indonesia, Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sakinah Binti Duhalik asal Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat akhirnya dapat bertemu dengan keluarga via daring melalui aplikasi LINE, Minggu (7/3/2021).

Karena kondisi jaringan yang sangat buruk di Desa Poja, maka komunikasi dilakukan di Desa Sape, tetangga desa Poja.

PMI Sakinah bekerja ke Yordania sejak tahun 2008 sebagai Penata Laksana Rumah Tangga. Komunikaai ini difasilitasi oleh Tim Pelindungan BP2MI dan UPT BP2MI Mataram, serta Kepala Desa Poja, Robi Darwis melalui koordinasi dengan Atase Tenaga Kerja dari KBRI Amman, Suseno Hadi.

Awalnya PMI Sakinah mendatangi KBRI Amman di Yordania dan menceritakan bahwa sudah hampir 13 tahun dirinya tidak komunikasi dengan keluarganya di Bima NTB. Karena itu, pihak Atnaker meminta bantuan BP2MI melalui UPT BP2MI Mataram untuk melakukan penelusuran keluarga PMI di Bima. UPT BP2MI Mataram berhasil menemukan orang tua PMI dan memberikan nomor telepon keluarga ke KBRI Amman hingga dapat difasilitasi komunikasi melalui LINE. PMI Sakinah berkomunikasi langsung dengan keluarga tercinta di kampung halaman, yaitu Hawasah, ibu kandungnya; Fina, adik kandungnya; Mega, sepupunya; dan Suryadin, pamannya.

Atase Tenaga Kerja KBRI Amman Suseno Hadi mengatakan, sekalipun Sakinah sudah tidak dapat berkomunikasi Bahasa Indonesia, namun dari raut wajahnya ia terlihat merasa sangat bahagia.

"Di penghujung komunikasi yang menggunakan aplikasi LINE tersebut, keluarga memohon kepada KBRI agar ia yang saat ini berada di shelter dapat segera kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat dan bisa berkumpul bersama keluarga, tentunya setelah proses persiapan teknis dan administrasi dilakukan oleh KBRI," ujarnya.

Kepala UPT BP2MI Mataram Abri Danar P menambahkan, fasilitasi ini merupakan bentuk komitmen Kepala BP2MI Benny Ramdhani untuk secara konsiten  mewujudkan pelayanan prima kepada para CPMI/PMI dan keluarganya dan sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan PMI sebagai VVIP baik pada aspek hukum, sosial, maupun ekonomi.

"Ini merupakan salah satu program prioritas Kepala BP2MI tahun 2020 – 2024 sebagaima yang telah diamanatkan Undang–Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Save PMI," jelasnya.

Saat ini PMI Sakinah sedang berada di shelter KBRI Amman untuk menunggu pembayaran gaji dari majikannya selama bekerja sambil belajar Bahasa Indonesia. ** (Humas/UPT BP2MI Mataram/AY/WNH/JDY)