Sunday, 24 January 2021

Berita

Berita Utama

3 Tahun Hilang Kontak dengan Keluarga, BP2MI Berhasil Pulangkan PMI Tri Juwariah ke Tanah Air

-

00.10 21 October 2020 325

-

Jakarta, BP2MI (21/10) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Idonesia (BP2MI) berhasil memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tri Juwariah ke tanah air setelah 3 tahun hilang kontak dengan keluarga.

Pihak keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) didampingi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Serang  mengucapkan terimakasih atas ditemukan dan telah dipulangkan PMI Tri Juwariah ke Indonesia. PMI Tri Juwariah sejak 23 Februari bekerja di Malaysia sebagai -house maid - pihak keluarga berapa bulan yang lalu melaporkan ke BP2MI karena kehilangan kontak selama 3 tahun lebih.

"Terimakasih dan bahagia kami kepada Bapak Benny dan seluruh pejabat BP2MI telah menemukan kembali bibi kami yang tiga tahun lebih tidak tahu keberadaannya bekerja di Malaysia," ujar Ilham kepada media usai ketemu Kepala BP2MI Benny Rhamdani di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2020). 

Ilham perwakilan keluarga dari PMI Tri Juwariah menjelaskan, petugas BP2MI bertindak cepat melakukan penelusuran keberadaan PMI Tri Juwariah. Berdasarkan data diberikan pihak keluarga berupa identitas KTP dan negara penempatan, BP2MI akhirnya menemukan majikan dan meminta segera dipulangkan. 

"Kami yang hampir putus asa keberadaan bibi kami karena tidak ada copyan paspor. Kami cuma punya copyan KTP dan hanya ingat bekerja di negara Malaysia. Setelah dua bulan kami melapor ke BP2MI. Alhamdulillah berhasil menemukan keberadaan bibi kami dan memulangkannya meski direschedule dari tanggal 10 menjadi 20 Oktober," jelasnya.

Berdasarkan keterangan dari PMI Tri Juwariah bahwa selama bekerja sama majikannya di Kuala Lumpur dilarang menggunakan alat komunikasi. Dia diberlakukan dengan baik dan tidak ada kekerasan."Saya bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 7 malam dan dilarang menggunakan handphone. Saya tidak diperlakukan kasar," katanya dengan logat Indonesia bercampur Melayu.

Dia merasa bahagia bisa pulang kembali ke Tanah Air. Tri mengaku kangen sama tiga anaknya masih kecil di kampung yaitu Bunga, Mayang, Lampung Utara. Yang paling tua sekarang kelas 2 SMA dan paling bungsu kelas 2 SD.Pihak keluarga yang sengaja menjemput langsung kepulangan Tri Juwariah di Bandara Soekarno-Hatta. Tri juga akan meminta bantuan BP2MI untuk mengkonfirmasi pihak agency tentang gajinya  tidak diterima penuh.

"Bibi kami pulang saja sudah bahagia. Tentang gaji yang tidak dibayar penuh dari 41 bulan kerja hanya dibayar 21 gaji, BP2MI siap membantu kami memfasilitasinya untuk menelusuri lebih lanjut. Yang penting Bibi kami pulang dulu ke kampung," pungkas pihak keluarga.*(Humas BP2MI)