Wednesday, 19 January 2022

Berita

Berita Utama

BP2MI Siap Fasilitasi Kerja Sama Penempatan PMI Sektor Hospitality ke Australia

-

00.11 17 November 2021 280

BP2MI Siap Fasilitasi Kerja Sama Penempatan PMI Sektor Hospitality ke Australia

Jakarta, BP2MI (17/11) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menghadiri undangan virtual KBRI Canberra, Australia dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pengusaha Australia dan Indonesia.

Penandatanganan ini melibatkan dua perusahaan dari Australia dan tiga perusahaan dari Indonesia yaitu Sentient Bionics Pty. Ltd dengan PT Andini Sarana, PT Design & Technics Indonesia untuk kerja sama perdagangan produk oxygen concentrator serta Alliance Abroad Group dengan PT Sukamulia Mandiri Agung dalam rekrutmen Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor hospitality, jabatan chef de partie, sous chef, dan executive chef.

"BP2MI siap memfasilitasi kerja sama penempatan PMI profesional ke Australia untuk sektor hospitality. Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan hasil nyata partisipasi BP2MI dalam kegiatan Trade Expo Indonesia - Digital Edition 2021 lalu," ujar Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Lasro Simbolon, di Jakarta Rabu (17/11/2021).

Lasro mengatakan, partisipasi BP2MI  telah membuahkan hasil berupa kerja sama penempatan yang dilakukan antara Alliance Abroad Group dengan PT. Sukamulia Mandiri Agung. BP2MI akan terus melanjutkan upaya promosi penempatan PMI terampil dan profesional ke negara destinasi non-tradisional termasuk Australia.

Menurut Lasro, penandatanganan ini sejalan dengan 9 Program Prioritas BP2MI.  Yaitu pemberantasan sindikasi penempatan PMI nonprosedural/ilegal dan penguatan skema penempatan PMI dalam rangka peningkatan penempatan PMI terampil dan profesional.

“Bagi Indonesia penguatan tata kelola dan keberhasilan perluasan penempatan PMI terampil dan profesional ke negara-negara “destinasi baru” merupakan salah satu kunci penanggulangan penempatan illegal yang sayangnya masih terjadi pada jabatan-jabatan informal dan low-skilled”, ujarnya.

Larso mengatakan, Nota Kesepahaman ini memiliki nilai penting, selain Australia merupakan salah satu negara mitra strategis Indonesia, juga karena memiliki sistem pelindungan tenaga asing yang baik.

Tidak hanya itu, sambung Lasro, penghargaan kepada pemerintah Australia yang baru-baru ini telah mengambil kebijakan bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara yang dapat melakukan penempatan pekerja migran dengan visa khusus sektor pertanian (agriculture visa).

“BP2MI siap berkolaborasi mengimplementasikan program visa pertanian tersebut, yang saat ini Nota Kesepahaman-nya sedang dikoordinasikan antara Kementerian Luar Negeri kedua negara”, jelasnya.

Penandatanganan dua Nota Kesepahaman ini merupakan implementasi nyata kerja sama antara Indonesia dan Australia yang terumus dalam Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), khususnya dalam peningkatan akses perdagangan barang dan jasa kedua negara yang terus membaik.

"Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, BP2MI  dalam waktu dekat berencana mengundang pimpinan PT. Sukamulia Mandiri Agung untuk memastikan bentuk-bentuk fasilitasi yang dapat diberikan oleh BP2MI dalam proses penempatan PMI terampil dan profesional ke Australia," kata Larso.

Hadir dalam penandatanganan ini, Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Canberra, Mohammad Syarif Alatas, Didi Sumedi Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan RI, Rebecca Hall Commissioner of the Victorian Government Trade and Investment - Southeast Asia, Kuncoro Waseso Konsul Jenderal RI di Melbourne, Australia, serta tim Direktorat Penempatan Kawasan Amerika dan Pasifik. * (Humas BP2MI)