Thursday, 5 August 2021

Berita

Berita Utama

BP2MI Sidak Calon Pekerja Migran di Jawa Barat, Kepala BP2MI: Selamatkan PMI, Bentuk Kehadiran Negara

-

00.04 26 April 2021 702

BP2MI Sidak Calon Pekerja Migran di Jawa Barat, Kepala BP2MI: Selamatkan PMI, Bentuk Kehadiran Negara.

Denpasar, BP2MI (26/4) - Tim gabungan BP2MI Pusat, UPT BP2MI Jawa Barat, P4TKI Cirebon, LTSA Indramayu, dan Tim Buser Polres Indramayu melakukan sidak ke lokasi yang diduga penampungan ilegal Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Majalengka, Indramayu, dan Cirebon, Jumat (23/4/2021) dan Sabtu (24/4/2021). 

Sidak tersebut dilakukan atas aduan Calon PMI asal Indramayu yang berhasil kabur dari penampungan di Cirebon. 

"Calon PMI tersebut ditawari bekerja di negara Irak (Erbil) oleh calo sdr. N (Nukyi Bt. H. Dakman) alias D (Dewi) – kedua calo tersebut saat ini sudah ditahan di Polres Indramayu - dan kemudian diserahkan pada Sdr. N (Nurbaety), tersangka utama, statusnya Target Operasi, yang mengaku sebagai Direktur Utama PT Nur Barokah Pratama. Namun, Calon PMI tersebut merasa curiga dan janggal karena tidak boleh berkomunikasi dengan siapapun, karena alat komunikasinya ditahan, pintu rumahnya dikunci dari luar, dan tidak didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja. Setelah dicek juga di SISKOP2MI, PT tersebut tidak ada dalam daftar perusahaan penempatan resmi," ungkap Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dalam Konferensi Pers secara virtual bersama UPT BP2MI Jawa Barat di Ballroom The Stones Hotel Denpasar, Senin (26/4/2021). 

Dari hasil penggerebekan tersebut, berhasil diselamatkan (5) lima orang Calon PMI yang ditampung di sebuah rumah kontrakan di Majalengka dan satu orang di daerah Losarang.

"Saya mengapresiasi kinerja UPT BP2MI Jawa Barat dan seluruh instansi terkait yang telah melakukan upaya pelindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia dari jeratan sindikat penempatan ilegal PMI. Saya harapkan kerja-kerja bersama di lapangan ini bisa terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara oleh kita yang telah disumpah oleh negara untuk menyelamatkan PMI," tegas Benny. 

Adapun identitas Calon PMI yang telah diselamatkan adalah Yuliawati (47 th) dari Cantayan Kab.Sukabumi, tujuan negara Irak (Erbil), di penampungan sejak 22 April 2021; Neni Nurmana (47 th) dari Warungkondang Kab.Cianjur, tujuan negara Irak (Erbil), ditampung sejak 19 April 2021; Nunung (48 th) dari Tanjung Kerta, Kab. Sumedang, tujuan penempatan Negara Irak (Erbil), ditampung sejak 22 April 2021; Sunenti (37 th) dari Rawa Gatel Kab. Cirebon, tujuan negara Irak (Erbil), ditampung 21 April 2021; Ina Rasinah (47 th), dari Tukdana Kab. Indramayu, tujuan Negara Irak (Erbil), ditampung sejak 16 April 2021.

Sedangkan barang-barang yang diamankan dari lokasi adalah dokumen sebanyak 3 koper yang berisi Calon PMI dan PMI yang berjumlah lebih dari 500 orang, yang dicurigai sudah diberangkatkan secara ilegal; berbagai macam arsip dan bukti transaksi antara PMI dengan para calo; nama-nama calo yang bekerja sama dengan sdr. N dalam melakukan tindak penempatan pekerja migran nonprosedural; barang pribadi milik Calon an. Sdr. N/ Direktur PT Nur Barokah Pratama yang semuanya diamankan oleh Polres Indramayu.

"Di saat negara serius menghadapi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, juga gencar memberikan pelatihan keterampilan agar CPMI memiliki skill agar tidak terjadi eksploitasi bagi PMI, di sisi lain mafia sindikat penempatan ilegal PMI masih terus melakukan bisnis kotor mereka seakan tidak takut kepada Negara, karena itu saya menyampaikan agar kita tidak perlu takut kepada mafia penempatan ilegal. Kita hanya tunduk kepada konstitusi negara, dan berikan hormat setinggi-tingginya bagi PMI sebagai pahlawan devisa," tegas Benny. 

Ditekankan pula oleh Kepala BP2MI kepada jajaran UPT BP2MI di daerah bahwa para PMI adalah anak bangsa yang ingin mewujudkan mimpinya, jadi harus dilindungi karena mereka rentan menghadapi tindakan eksploitasi.

"Cerita duka anak bangsa ini harus diakhiri, tidak boleh lagi mereka mengalami kekerasan. Ini bisa terjadi jika kita semua bekerja secara bersungguh-sungguh. Lakukan kerja terus menerus, lakukan tindakan penyelamatan secara cepat kepada mereka," tutup Benny. *** (Humas/MIT)