Thursday, 2 July 2020

Berita

Berita Utama

BP3TKI Denpasar Fasilitasi Penanganan PMI Sakit dari Taiwan

-

00.12 17 December 2019 682

-

Denpasar, BNP2TKI, (17/12)­ – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Denpasar, memfasilitasi penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sakti dari Taiwan.

Kepala BP3TKI Denpasar, Soleh Hidayat menyebutkan PMI Syafruddin merupakan warga Bima Nusa Tenggara Barat, karena peralatan dan fasilitas Rumah Sakit yang lengkap ada di Denpasar keluarga meminta untuk dirawat di Denpasar.

Sebelumnya Syafruddin dirawat di Landseen International Hospital di Taoyuan untuk menjalani perawatan intensif. Karena cedera yang dialaminya cukup parah, meliputi patah tulang, gangguan fungsi paru-paru, serta pendarahan di otak dan perut. Kata Soleh.

Soleh juga mengungkapkan kronologis kejadiannya Selasa, 5/11/2019, dikarenakan razia pekerja non prosedural, Syafruddin melompat dari lantai 11 apartemen di Taiwan. Syafruddin yang takut ditangkap polisi Taiwan sempat mengunci diri di salah satu kamar apartemen lantai 11 sebelum memutuskan untuk melompat.

Sementara itu sebagai bentuk solidaritas, Komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Taiwan telah melaksanakan penggalangan dana untuk bantuan biaya pengobatan Syaffrudin di rumah sakit dan berhasil mengumpulkan NTD 100.000. Dana tersebut digunakan untuk membayar sebagian biaya pengobatan Syaffrudin, sementara sisanya dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Syafruddin akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada Sabtu, 14/12/2019 dengan pesawat China Airlines yang tiba pada pukul 14.40 WITA di Denpasar.

Lebih lanjut Soleh juga mengatakan BP3TKI Denpasar melalui Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk penyediaan ambulans dan bantuan medis untuk Syafruddin. Untuk memperoleh penanganan lanjutan yang lebih intensif Syafruddin dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar. Biaya pengobatan Syafruddin akan ditanggung oleh BNP2TKI dan BP3TKI Denpasar, ungkap Soleh.

Julianna istri Syafruddin menyampaikan terima kasih atas bantuan KDEI Taipei, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, BNP2TKI, dan BP3TKI Denpasar sehingga Syafruddin dapat dipulangkan ke Indonesia dan dibantu biaya pengobatannya.*** (Humas/BP3TKI Denpasar)