Thursday, 2 July 2020

Berita

Berita Utama

BP3TKI Nunukan Lakukan Pengawasan Secara Intensif Cegah Covid 19

-

00.03 24 March 2020 344

-

Jakarta, BP2MI (24/03/2020) - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan di Provinsi Kalimantan Utara ikut aktif memberikan himbauan cegah penyebaran Covid 19 kepada masyarakat di wilayah kerja BP3TKI Nunukan.

Saat ini BP3TKI Nunukan telah melakukan pengosongan Rusunawa, yang sementara ini dijadikan penampungan PMI Deportan. Sebelumnya diawal Maret lalu Pemerintah Malaysia telah mendeportasi 139 PMI dari Tawau dan 158 PMI dari Kota Kinabalu melalui pelabuhan Tunon Taka Nunukan. BP3TKI juga secara bertahap telah memulangkan mereka ke kota asal, seperti NTT, NTB, Sulsel, Sultra dan Jawa.

Kepala BP3TKI Nunukan, Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, menyebutkan ratusan PMI dipenampungn P3MI yang siap diberangkatkan setelah proses dokumennya selesai akhirnya batal diberangkatkan ke Malaysia. Upaya ini dilakukan kerena merebaknya virus corona dan kebijakan lockdown Pemerintah Malaysia sehingga untuk sementara waktu CPMI tidak dapat masuk ke Malaysia.

"Saat ini lockdown, PMI kita tidak bisa masuk, jadi kita pulangkan semua, terakhir pemulangan Rabu, (18/03/2020) ada 24 orang yang kita pulangkan, mayoritas ke Sulawesi Selatan. Kita berharap kerja sama antara BP3TKI dengan unsur terkait dari Kesehatan Pelabuhan dan juga TNI Polri disana agar kita bisa meminimalisir sekecil -kecilnya masuknya wabah atau virus corona di wilayah kita. Itu yang kita harapkan ke depannya”, kata Victor melalui pesan WhatsApp.

Victor juga menjelaskan beberapa hari yang lalu pemerintah Malaysia membuka kembali jalur keberangkatan dipelabuhan Tawau Sabah Malaysia selama 2 hari mulai tanggal 18 - 20 Maret 2020.

"agi warga negara Indonesia yang berada di Tawau, Malaysia dan mau pulang lewat Nunukan, akan diberikan kesempatan selama 2 hari untuk kembali kekampung halaman masing-masing. Kemudian juga bagi warga Malaysia yang berada di Nunukan dan ingin pulang kembali Malaysia selama dua hari ini mereka diberikan kesempatan," ujarnya.

Menanggapi hal ini BP3TKI Nunukan terus melakukan pengawasan secara intensif, dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Kita cek kesehatannya bersama dengan pelindung Kesehatan Pelabuhan. Pada saat kita melakukan pendataan atau wawancara di Rusunawa, kita akan buat pembatas sehingga menghindarkan terjadinya kontak langsung antara petugas dengan para deportan. Kita juga sudah siapkan tempat berupa kamar yang memang khusus bagi mereka yang ada gejala- gejala terinfeksi Virus Corona, agar dipisahkan secepat mungkin”, jelas Victor.

Victor juga mengatakan prosedur tetap dilakukan oleh pihak pelabuhan, tidak hanya bagi deportan tapi seluruh warga Negara Indonesia (WNI) kita yang dari Tawau menuju ke Nunukan itu juga diberikan formulir warna kuning agra mereka menjelaskan apakah mengalami gejala-gejala demam, batuk, sesak napas, hingga dada terasa sakit, serta sudah berkunjung ke mana saja,” paparnya.

BP3TKI akan terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait kemungkinan masih ada CPMI yang menggunakan jalur illegal, TNI AL bahkan sudah menyiapkan kapal di perbatasan RI - Malaysia untuk antisipasi hal tersebut.*** (Humas/BP3TKI Nunukan)