Wednesday, 3 June 2020

Berita

Berita Utama

BP3TKI Padang Upayakan Peningkatan Kompetensi CPMI Sumatera Barat

-

00.03 13 March 2020 382

-

Padang, BP2MI, (13/03) – Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3TKI) Padang, melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Sumatera Barat untuk dapat raih peluang kerja luar negeri. Salah satunya berkoordinasi dengan tokoh masyarakat agar dapat meningkatkan minat bekerja ke luar negeri serta dengan stakeholder terkait mengupayakan peningkatkan kompetensi bahasa negara tujuan penempatan di luar negeri. 

“Bagi masyarakat Sumatera Barat yang ingin berangkat bekerja ke luar negeri perlu memiliki kompetensi bahasa negara penempatan yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Pada saat ini, terdapat lima bahasa  asing yang dapat dipilih  untuk dilatih jika ingin bekerja ke luar negeri,  mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Korea, Mandarin, dan Arab," ungkap Kepala BP3TKI Padang, Joko Purwanto, saat ditemui oleh salah satu tokoh masyarakat asal Sumatera Barat Kamis (12/03/2020). 

Sebelumnya, atas bantuan dari H. Aristo Munandar yang merupakan tokoh masyarata asal Kabupaten Agam, BP3TKI Padang berhasil melaksanakan kegiatan penyebarluasan informasi di Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, pada Februari lalu.  Dalam kunjungan tersebut juga direncanakan untuk mengadakan sosialisasi lebih lanjut dengan perangkat daerah di Kabupaten Agam. 

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, bahwa Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga melibatkan peran pemerintah daerah.  Dalam hal ini, pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dalam memberikan pelindungan melalui peningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja," ujar Joko. 

Selain itu, pada hari yang sama Kepala BP3TKI Padang juga berkordinasi dengan LPK Japko Andalas. Dalam pertemuan tersebut pihak LPK yang melatih Kompetensi Bahasa Korea tersebut menyampaikan keluhannya terkait pelaksanaan pendaftaran Program G to G ke Korea (CBT) Sektor Manufaktur dengan Sistem Poin bulan Februari 2020. Pada kesempatan tersebut pihak LPK menyampaikan keluhannya terkait pelaksanaan verifikasi dokumen dan pengambilan nomor ujian. 

“Tahun ini, ada beberapa pelamar G to G dari LPK kami yang telah mendaftar untuk mengikuti ujian EPS TOPIK. Namun, sangat disayangkan mengapa untuk verifikasi data dan pengambilan kartu ujian harus di dua kota saja di Bandung dan Semarang. Ini sangat memberatkan bagi kami kalau hanya untuk hal tersebut harus dilakukan di luar pulau,” kata LPK Japko Andalas, Indra, kepada Kepala BP3TKI Padang. 

Lebih lanjut, Indra yang merupakan pengajar bahasa Korea di LPK tersebut berharap agar proses verifikasi dan pengambilan nomor ujian dapat dilakukan di kantor BP3TKI terdekat. Sehingga tidak memberatkan untuk biaya akomodasi dari peminat kerja ke Korea. Peminat kerja ke Korea asal Sumatera Barat dianggap mengalami peningkatan namun masih terkendala dengan biaya yang harus dikeluarkan saat hendak menempuh ujian yang berlokasi jauh. 

BP3TKI Padang juga mengharapkan yang serupa. "Kami berharap bahwa ke depannya BP3TKI Padang sebagai unit pelaksana teknis di daerah dapat membantu proses tersebut, kami akan mencoba membicarakan permasalahan tersebut dengan pihak pusat. Mengingat segala keputusan dan wewenang terkait permasalahan ini berada pada pihak HRD Korea, " jelas Joko. *** (Humas/bp3tkipadang/dba)