Thursday, 24 September 2020

Berita

Berita Utama

Bukti Negara Hadir, Kepala BP2MI Antar Langsung PMI Etty ke Majalengka

-

00.07 31 July 2020 520

Bukti Negara Hadir, Kepala BP2MI Antar Langsung PMI Etty ke Majalengka

Majalengka, BP2MI (31/7) – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, mengantar langsung kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang lolos dari hukuman mati di Arab Saudi, Etty Toyyib, ke kampung halamannya di Majalengka, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020) malam.

Benny mengatakan, ini sebagai wujud kehadiran negara yang memberikan pelayanan dan pelindungan kepada PMI sebagai warga negara VVIP (Very Very Important Person) sekaligus sebagai tindakan nyata dari komitmen serius BP2MI dalam melindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Setiap masalah yang dihadapi WNI/PMI, negara wajib hadir dalam melindungi dan memberikan pendampingan advokasi. Intinya adalah menyelamatkan setiap WNI, PMI dari masalah hukuman, yang menjadi permasalahan sendiri di negara penempatan,” ungkap Benny di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2020) sore bersama PMI Etty dan putranya, Didin Rosidin, sebelum bertolak ke Majalengka.

Benny menambahkan bahwa dari kasus PMI Etty ini, pentingnya memberikan pelindungan PMI sebelum PMI berangkat, dengan adanya program peningkatan keterampilan, penguasaan bahasa, serta pemahaman hukum dan undang-undang ketenagakerjaan di negara penempatan. Namun, masalahnya adalah PMI masih banyak yang berangkat secara nonprosedural tanpa keterampilan apapun, sehingga namanya tidak terdapat dalam sistem yang menjadikannya berada di luar jangkauan perlindungan negara.

“Masyarakat memilih bekerja ke luar negeri secara nonprosedural, yang lebih cepat, dan biaya yang murah. Karena itu solusinya dimulai dari membuat regulasi yang membebaskan biaya penempatan PMI ke luar negeri.Yang penting adalah negara hadir dan hukum bekerja,” jelas Benny.

Sebelumnya telah tiba di Jakarta pada Senin (6/7/2020),  PMI Etty  dikarantina selama dua minggu di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, karena positif Covid-19. Setelah menjalani karantina, ia dinyatakan negatif Covid-19 pada Rabu (29/7/2020). Ia menuturkan bahwa pelayanan yang diterimanya selama karantina sangat baik.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden RI dan semua pihak yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada saya. Saya menerima apa adanya saat difitnah, dan bersyukur masih bisa pulang dengan selamat, karena memang takdir manusia sudah dituliskan sejak dahulu,” ungkap PMI Etty.

Kepulangan PMI Etty ke Majalengka ini disambut baik oleh warga dan keluarganya. Tiba di Kantor Desa Cidadap, ia pun berjalan kaki bersama rombongan menuju rumahnya.

Diketahui, PMI Etty lolos dari hukuman mati di Arab Saudi berkat tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar. Ety bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Kota Taif, Arab Saudi. Tahun 2001, Ety didakwa menjadi penyebab meninggalnya sang majikan, Faisal al-Ghamdi. Ia dituduh meracuni sang majikan. 

Dalam persidangan, keluarga majikan menuntut hukuman mati atau qisas dan akhirnya pengadilan memutuskan PMI Ety mendapat hukuman mati. Ahli waris semula meminta diyat sebesar 30 juta real atau Rp107 miliar agar Ety diampuni. Namun setelah dilakukan pendekatan, akhirnya ahli warisnya bersedia memaafkan dan mengurangi diyat sebesar 4 juta riyal Saudi atau Rp15,5 miliar.

Pemerintah pun membayar diyat kepada ahli waris, pembayaran tersebut mendapat dukungan penuh dari Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sebesar 12,5 miliar atau 80% dari jumlah diyat serta partisipasi masyarakat. ** (Humas BP2MI)