Wednesday, 27 October 2021

Berita

Berita Utama

Employment Business Meeting di Amerika Serikat, BP2MI Buka Peluang Penempatan Pekerja Migran

-

00.09 22 September 2021 161

Employment Business Meeting di Amerika Serikat, BP2MI Buka Peluang Penempatan Pekerja Migran

Delaware, BP2MI (22/9) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat dalam kegiatan Employment Business Meeting (EBM) Luar Negeri, di Gedung Chamber of Commerce of Wilmington, Delaware pada hari Rabu (22/9/2021). Dilaksanakan secara langsung dan virtual, kegiatan ini merupakan upaya membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya untuk jabatan nurse dan caregiver di Amerika Serikat.

Acara dibuka oleh Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama Razak. Tatang menyampaikan, Indonesia memiliki lembaga pendidikan dan pelatihan bagi calon PMI yang kualitasnya sudah diakui oleh dunia.

"Belum lama Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Jerman terkait penempatan PMI di Jerman dengan skema Government to Government (G to G). Harapannya, skema yang sama dapat dilakukan dengan Amerika Serikat, diprioritaskan melalui skema Government to Private (G to P),” ucap Tatang.

Acara EBM ini terselenggara atas kolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York. KJRI New York, Arifi Saiman, menggarisbawahi bahwa pelaksanaan EBM ini merupakan forum untuk saling memanfaatkan peluang atas tingginya permintaan tenaga kerja, utamanya perawat di wilayah timur Amerika Serikat.

“Saya harap pengiriman tenaga caregiver ke Amerika Serikat dapat menjadi langkah awal dalam upaya penempatan PMI registered nurse ke Amerika Serikat,” ujar Arifi.

EBM adalah forum bisnis yang untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dalam penempatan PMI ke wilayah kerja KJRI New York dengan mempertemukan 29 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) bersama 10 pemberi kerja pekerja migran Amerika Serikat serta lembaga pendidikan dan pelatihan Indonesia. Pemberi kerja pekerja migran Amerika Serikat yang turut hadir langsung antara lain Performance Agency, Revolver Agency, Wilmington Cleaning Service Agency, It Work Agency, Bail Bonds, Patriot Home Care, dan Enlivant Senior Living.

Dalam kegiatan ini, beberapa perwakilan dari Indonesia turut menyampaikan presentasi, di antaranya Rahmad Gurusinga dari Universitas Medistra yang menyampaikan kualitas pendidikan keperawatan Indonesia dalam mempersiapkan PMI di bidang kesehatan, Terenz dari PT Sukamulia Mandiri Agung (PT SMA) yang menyampaikan pengalaman PT SMA dalam menyalurkan PMI ke berbagai negara antara lain Jepang, Turki, dan Qatar, kemudian Rissa Asnan sebagai diaspora Indonesia dan pemilik dari NSR Homecare Agency yang menyampaikan upaya agar caregiver dari Indonesia dapat bekerja secara legal di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Di tengah forum EBM, dilaksanakan pula penandatangan Letter of Intent (LoI) antara BP2MI dengan NSR Homecare Agency dalam rangka kerja sama inisiasi penempatan tenaga kesehatan caregiver dan nurse assistant di Delaware. Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik, Lasro Simbolon menandatangi dokumen tersebut.

Mewakili NSR Homecare Agency, dokumen ditandatangani oleh Rissa Asnan, diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai pengusaha di Delaware. Kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan pilot project pengiriman caregiver dari Indonesia ke Delaware.

Lasro Simbolon mengapresiasi semua pihak yang terlibat sehingga EBM dapat terlaksana dengan baik. Ia menggarisbawahi perlunya tindak lanjut nyata atas forum EBM.

“Kita harus pastikan beberapa poin penting, seperti keberadaan peluang kerja nyata dari pihak potential employers, pengaturan teknis terkait pelatihan persiapan kompentensi calon PMI, termasuk kemampuan bahasa Inggris, penyusunan cost structure dan alokasi pembebanannya kepada setiap pihak terkait, termasuk skema sponsorship, dan persiapan terkait dengan keimigrasian,” pungkas Lasro.

Lasro juga menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat diimplementasikan pada tahun 2022 dengan pengiriman sejumlah PMI caregiver ke Amerika Serikat sebagai pilot project. * (Humas/CLN)