Friday, 23 April 2021

Berita

Berita Utama

Gandeng Komisi IX DPR RI, UPT BP2MI Makassar Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Pelindungan PMI di Kabupaten Barru

-

00.04 7 April 2021 97

Gandeng Komisi IX DPR RI, UPT BP2MI Makassar Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Pelindungan PMI di Kabupaten Barru

Makassar, BP2MI (7/4) - UPT BP2MI Makassar melaksanakan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Pelindungan Menyeluruh kepada PMI sebagai VVIP di Kecamatan Tanete Riaja dan Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Senin (5/4/2021) dan Selasa (6/4/2021). 

Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut, Kepala UPT BP2MI Makassar, Mohd. Agus Bustami bersama nggota DPR RI Komisi IX, Hasna Syam. Camat dari masing-masing kecamatan juga turut hadir memberikan sambutan dan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Dalam paparannya, Agus Bustami menyampaikan pelaksanaan sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh masih banyak PMI yang mengalami masalah di luar negeri akibat dari pemberangkatan secara nonprosedural.

"Jangan mau terjerumus melakukan pemalsuan dokumen jika sekiranya tidak benar-benar memenuhi seluruh persyaratan tersebut, karena akibatnya bisa merugikan PMI sendiri. Ingat, untuk bekerja ke luar negeri, PMI harus memenuhi syarat minimal berumur 18, sehat jasmani dan rohani, memiliki sertifikat kompetensi, juga memiliki dokumen lengkap yang dipersyaratkan," ungkap Agus Bustami kepada seluruh peserta.

Agus Bustami juga menyampaikan agar mewaspadai jika ada orang yang mengajak ke luar negeri dengan menjanjikan gaji yang besar dan pekerjaan yang santai. Dijelaskan pula bahwa pihak yang berhak menempatkan PMI ke luar negeri hanya ada dua, yaitu Pemerintah, dalam hal ini BP2MI dengan program G to G ke Jepang dan Korea Selatan, dan pihak swasta dalam hal ini P3MI.

Di awal masa pandemi COVID-19, ditambahkan Agus, proses penempatan PMI sempat dimoratorium berdasarkan Kepmenaker Nomor 151/2020, namun di masa adaptasi kebiasaan baru ini, penempatan kembali dibuka namun masih terbatas pada 17 negara yaitu Arab Saudi, Hongaria, Hongkong, Irak, Nigeria, Korea Selatan, UEA, Maladewa, Polandia, Qatar, Swiss, Rusia, Turki, Singapura, Zambia, Swedia, dan Zimbabwe.

Agus Bustami turut menjelaskan bahwa peluang kerja di luar negeri tersedia sangat banyak, tinggal bagaimana meningkatkan kompetensi agar persyaratan yang diinginkan oleh user dapat dipenuhi oleh calon PMI. Yang terjadi adalah masih adanya mis-match, yaitu kompetensi calon PMI belum memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan sehingga peluang-peluang tersebut belum dapat termanfaatkan dengan baik.

Agus Bustami juga menyebutkan bahwa Kabupaten Barru merupakan salah satu kabupaten yang warganya sejak dulu dikenal suka massompe' (merantau) dan hal tersebut berlangsung secara turun-temurun hingga banyak warga Barru yang beranak-pinak di Malaysia.

Di akhir paparannya, Agus Bustami mengungkapkan bahwa Pelabuhan Garongkong di Barru adalah salah satu pintu yang sering dimanfaatkan warga Sulsel dan sekitarnya untuk menuju Malaysia. Dengan menggunakan kapal Ferry menuju Batu Licin, kemudian melalui jalur darat ke Entikong dan akhirnya masuk menembus Malaysia di pintu yang tidak melalui pemeriksaaan dokumen.*** (Humas/UPT BP2MI Makassar/Arif)