Friday, 23 April 2021

Berita

Berita Utama

Genjot Penempatan CPMI Formal Terampil ke Jepang, UPT BP2MI Manado Kunjungi Disnaker Minahasa

-

00.03 21 March 2021 286

Genjot Penempatan CPMI Formal Terampil ke Jepang, UPT BP2MI Manado Kunjungi Disnaker Minahasa

Minahasa, BP2MI (22/3) - Dalam rangka menggenjot penempatan CPMI formal terampil ke Jepang, UPT BP2MI Manado pimpinan Hendra Makalalag kembali melakukan roadshow ke kantor dinas tenaga kerja. Kali ini Hendra dan tim dari UPT BP2MI Manado mengunjungi kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Minahasa, Jumat (19/3/2021). 

Dalam kunjungan tersebut, Hendra Makalalag menyampaikan perihal rencana strategis dari UPT BP2MI Manado untuk meningkatkan penempatan CPMI profesional pada beberapa jabatan yang ada di Jepang. Jepang sedang gencar-gencarnya membuka peluang kerja sebagai Nurse dan perawat lansia atau Care Worker bagi warga Indonesia lewat program SSW dan G to G. Dengan gaji mulai dari Rp 20 jutaan/bulan maka warga Sulut sebaiknya memanfaatkan peluang ini karena bisa mensejahterakan keluarga dan daerah ungkapnya.

"Dari tahun 2017 hingga tahun 2020 Sulut telah menempatkan sebanyak 1.890 PMI di mana Kabupaten Minahasa merupakan salah satu penyumbang PMI terbesar dari Sulawesi Utara. Kabupaten Minahasa warganya banyak yang bekerja ke luar negeri, untuk itu dengan adanya peluang ke Jepang ini, UPT BP2MI Manado ingin menjajaki kemungkinan kerjasama dalam hal penempatan PMI profesional terampil ke negara ini," jelasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Minahasa, Arody Tangkere, menyambut baik akan kunjungan ini.

"Kami sangat antusias dengan peluang kerja yang diinformasikan oleh UPT BP2MI Manado karena dapat membantu daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan. Untuk itu dalam waktu dekat kami akan berupaya untuk mempertemukan UPT BP2MI Manado dengan Bupati Minahasa untuk membahas lebih lanjut perihal kerjasama penempatan ke Jepang ini," katanya.

Dalam kesempatan yang sama UPT BP2MI Manado jugameninjau lembaga pelatihan LPK Kawanua Korea yang berada di Tomohon sebagai persiapan program G to G Korea yang rencananya akan dibuka setelah Korea menerima lagi pekerja migran dari Indonesia. 

Hendra mengakui bahwa Jepang dan Korea masih menjadi primadona dalam penempatan PMI ke luar negeri, termasuk oleh warga Sulut.

"Untuk itu kami akan berupaya memfasilitasi prosedur penempatan ke kedua negara ini dengan semaksimal mungkin. Namun sebenarnya banyak peluang kerja di negara lain yang juga patut di lirik oleh masyarakat Sulawesi Utara. Untuk mengetahui apa saja peluang yang ada, warga bisa langsung mengunjungi kantor kami di Jln. Babe Palar Nomor 96 Manado atau bertanya lewat media sosial kami. Tim kami akan segera memberikan informasi yang diminta," tutupnya. (Humas/UPT BP2MI Manado/Lia)