Sunday, 24 January 2021

Berita

Berita Utama

Jemput PMI Deportasi dari Malaysia, Kepala BP2MI Pastikan Tiba dengan Selamat

-

00.11 7 November 2020 496

Jemput PMI Deportasi dari Malaysia, Kepala BP2MI Pastikan Tiba dengan Selamat

Tangerang, BP2MI (7/11) - Kepala Badan Pelindungann Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menjemput langsung pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportasi tahap ke-5 dari Malaysia. 

BP2MI bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri memulangkan sebanyak 502 PMI/WNI dari Malaysia, Sabtu 7/11/2020 . Pemulangan tersebut terbagi dalam tiga kelompok, yaitu sebanyak 202 orang dengan tujuan Bandara Kualanamu Medan, melalui Bandara Juanda Surabaya sebanyak 150 orang dan melalui Bandara Soekarno-Hatta sebanyak 150 orang.

"Kita akan pastikan para PMI deportasi dari Malaysia bisa tiba dengan selamat sampai  kampung halamannya, bertemu dengan keluarga tercintanya. PMI yang dipulangkan karena overstay karena berbagai persoalan. Semua ini ditanggung oleh Pemerintah," kata Benny saat menjemput langsung PMI di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Sabtu 7/11/2020.

Benny menegaskan, tidak boleh membiarkan anak-anak bangsa ini mengalami masalah di negara orang. Sekalipun mereka berangkat secara nonprosedural, tetap diperlakukan sama sebagai warga negara Indonesia.

Setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, lanjut Benny, para PMI tersebut akan dibawa ke Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) di Bambu Apus milik Kementerian Sosial. Di RPTC, PMI tersebut kembali dilakukan pendataan guna kebutuhan kepulangan ke daerah asalnya masing-masing.

Benny menjelaskan, PMI tersebut umumnya adalah PMI overstay yang tinggal di Malaysia antara 2 sampai 6 bulan, bahkan dari mereka ada yang sudah tinggal sampai 2 tahun. "Saya katakan bahwa  pemberantasan sindikat ilegal PMI akan fokus dan terus-menerus dilakukan. BP2MI  akan perangi sindikat ini sampai ke akar-akarnya," ujarnya.

Selain PMI yang pulang dari Malaysia lewat 3 titik bandara, lanjut Benny, terdapat juga PMI Anak Buah Kapal (ABK) yang pulang  melalui Pelabuhan Bitung, Manado dengan  kapal laut yang berjumlah sekitar 155 orang, mereka adalah repatriasi.

Sejak 1 Januari hingga 31 Oktober 2020, terang Benny, BP2MI telah memfasilitasi sekitar 169.000 pemulangan PMI dengan berbagai alasan. Seperti PMI sudah selesai masa kontraknya, dipulangkan karena negara penempatan PMI melakukan kebijakan lockdown, dan juga karena ada masalah masalah hukum seperti PMI yang dideportasi akhir pekan ini. Pemulangan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain.

"Saat ini masih ada sekitar 3.271 yang belum pulang dari Malaysia. Yang Pasti pemulangan PMI ini kita tangani secara kolaboratif, koordinatif dan ini bagian yang harus kita jaga dan sinergi," kata Benny.** (Humas BP2MI)