Sunday, 29 May 2022

Berita

Berita Utama

Jerman Akan Jadi Tujuan Favorit PMI Tenaga Kesehatan

-

00.12 3 December 2021 536

Jerman Akan Jadi Tujuan Favorit PMI Tenaga Kesehatan

Mataram, BP2MI (3/12) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memfasilitasi 10 (sepuluh) Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan melaksanakan interview program Government to Government (G to G) Jerman yang diselenggarakan pada tanggal 1 dan 2 Desember 2021 lalu. Interview yang dilaksanakan secara daring ini diselenggarakan oleh Bundesagentur Fur Arbeit (BA) dan didampingi oleh seorang penerjemah bahasa.

Kepala UPT BP2MI Wilayah NTB, Abri Danar Prabawa mengungkapkan bahwa Program G to G Jerman ini merupakan sebuah program baru dan menjadi peluang baru juga bagi CPMI, khususnya bagi tenaga perawat.

“Hal ini karena Jerman sangat membutuhkan tenaga perawat untuk bekerja di rumah sakit dan perawat lansia. Sesuai dengan arahan dari BP2MI, kami memberikan sosialisasi kepada seluruh institusi pendidikan perawat di NTB melalui media sosial dan webinar serta menyiapkan verifikator dan sarana terkait interview dengan pihak Jerman,” ungkap Abri, Kamis (2/12).

Abri juga menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki oleh UPT BP2MI Wilayah Provinsi NTB pada tahun 2020, jumlah lulusan tenaga perawat kurang lebih 800 orang yang tersebar di berbagai sekolah kesehatan yang berada di Pulau Lombok dan Sumbawa. Jumlah tersebut tidak banyak yang terserap, sehingga peluang bekerja sebagai perawat di Jerman akan menjadi favorit bagi tenaga perawat yang ingin bekerja ke luar negeri. Hal ini juga sesuai dengan 9 program prioritas BP2MI yakni Penguatan skema penempatan untuk menciptakan PMI terampil dan profesional.

Para peserta interview ini berasal dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, dengan rincian Kabupaten Lombok Barat sebanyak tiga orang, Kabupaten Lombok Tengah dua orang, Kabupaten Sumbawa sebanyak empat orang, dan Kota Mataram sebanyak satu orang. * (Humas/UPT BP2MI Wilayah NTB)