Friday, 12 August 2022

Berita

Berita Utama

Kembali Lepas 375 Pekerja Migran, BP2MI Targetkan Agustus Semua PMI yang Tertunda Bisa Berangkat

-

00.06 27 June 2022 401

Kembali Lepas 375 Pekerja Migran, BP2MI Targetkan Agustus Semua PMI yang Tertunda Bisa Berangkat

Depok, BP2MI (27/6) - Sebanyak 375 Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali diberangkatkan melalui skema Government to Government (G to G) Korea Selatan di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, Senin (27/6/2022). Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melepas langsung para pahlawan devisa ini.

Dari 375 PMI, sejumlah 265 PMI bekerja di sektor manufaktur dan 110 PMI di sektor perikanan. Tercatat total PMI yang telah berangkat ke Korea Selatan hingga akhir Juni 2022 sebanyak 3.239 orang. Kepala BP2MI mengungkapkan target pada Agustus 2022 semua PMI G to G Korea Selatan yang sempat tertunda keberangkatannya karena pandemi covid-19, akan diberangkatkan.

Benny tak henti-hentinya menjelaskan bahwa tertundanya keberangkatan para PMI ke Korea Selatan bukan karena kesengajaan negara. Namun, semata-mata karena situasi Covid-19 yang menyebabkan Korea Selatan menutup masuknya PMI.

"Betapa bodohnya negara jika menghalangi keberangkatan PMI. Bodoh karena pemerintah sadar bahwa sumbangan devisa dari PMI sangat besar, mencapai Rp 159,6 triliun. Dan untuk diketahui, saat ini baru ada 66 negara penempatan yang buka, masih ada 84 negara yang belum membuka," ujar Benny saat pelepasan PMI gelombang ke-41.

Benny menyebut, setiap PMI yang berangkat bekerja, membawa surat credential untuk diberikan kepada majikannya masing-masing. PMI layak dan wajib berbangga, membusungkan dada.

"Selama ini hanya duta besar yang menerima surat credential. Sekarang setiap PMI punya surat tersebut sebagai surat kepercayaan negara. Ini makin menegaskan bahwa PMI skema G to G bukan seperti barang tiruan atau KW. PMI itu orang penting, terdidik, duta bangsa, dan bekerja bagi negara. Jagalah kepercayaan tersebut, jadilah kebanggaan keluarga dan kebanggan Indonesia," tutur Benny.

Sebelumnya, saat sambutan memberi motivasi kepada PMI, Christina Aryani, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), menyampaikan apresiasi kepada BP2MI atas keberhasilan menjalankan proses penempatan G to G Korea Selatan. 

"Pemerintah memiliki prioritas untuk memberikan pelindungan optimal kepada PMI dengan memangkas masalah di awal perekrutan. PMI adalah duta bangsa, maka kalian milikilah nilai-nilai Pancasila dalam bekerja di luar negeri, berpartisipasi mengenalkan pariwisata sebagai duta pariwisata Indonesia. Dan jangan lupa lapor di portal peduli PMI di luar negeri. Hal ini penting agar negara mendapatkan data PMI yang akurat untuk memberikan perlindungan di luar negeri," kata Christina.

Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) RI, Afriansah Noor, turut menyampaikan bahwa Kemnaker siap bekerja sama dengan BP2MI untuk membantu PMI di dalam dan luar negeri dengan memperhatikan kesejahteraan mreka. 

"Semoga ke depan, semua PMI yang berangkat bekerja ke luar negeri adalah yang handal dan dapat menghasilkan devisa bagi Indonesia," ungkap Afriansah.

Benny melanjutkam, bahwa bentuk kepedulian negara pada PMI disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepadanya.

"Setelah dilantik, saya dipanggil Bapak Presiden. Beliau menyampaikan keinginannya agar PMI tidak lagi terlantar di bandara, tidak mau lagi mendengar mereka jadi obyek pemerasan. Digiring ke loket-loket penukaran mata uang asing yg tidak sesuai. Kini BP2MI dan Kementerian BUMN telah membangun lounge bagi PMI. Saya katakan PMI adalah orang penting, derajatnya sama dengan pejabat publik," jelas Benny.

Tidak berhenti di situ. Benny menjelaskan soal terobosan bersama BUMN yang melahirkan KUR PMI. Serta berkolaborasi dengan Menko Perekonomian untuk lahirkan KTA PMI. Terkait preliminary education dan karantina yang gratis juga dijelaskan Benny yang menuai tepukan tangan meriah dari PMI.

Di sela-sela kegiatan, seorang PMI, Budi, menyapa dan meminta izin kepada orang tuanya via zoom. Ia berjanji akan menjadikan jalan bekerja ke luar negeri ini sebagai langkah yang positif bagi keluarga.

Turut hadir dalam pemberangkatan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansah Noor; Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani; dan staf ahli Menaker RI, Dita Indah Sari. Ratusan PMI kali ini akan diberangkatkan pada dua tahap, yaitu pada Senin (27/6/2022) dan Selasa (28/6/2022). ** (Humas BP2MI)