Wednesday, 22 September 2021

Berita

Berita Utama

Kisah Aswati, PMI Purna Mengabdi Sebagai Guru Ngaji Meski Tanpa Gaji

-

00.09 15 September 2021 159

Kisah Aswati, PMI Purna Mengabdi Sebagai Guru Ngaji Meski Tanpa Gaji

Serang, BP2MI (15/9) - Pekerjaan mulia para guru mengaji terkadang luput dari perhatian. Padahal, mereka rela menyita waktu demi mendidik ilmu dasar agama, kepada murid-muridnya. Salah satunya yang dilakoni Aswati Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna asal Kampung Pasilian, Desa Pasilian Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Sepulang bekerja sebagai PMI di Arab Saudi tahun 2008, Asnawati mendedikasikan dirinya menjadi pengajar ngaji bagi anak-anak di kampung halamannya.

"Saya sebenarnya mengajar ngaji sejak tahun 1999. Tapi tahun 2006-2008 saya menjadi TKW di Arab Saudi. Pulang dari sana saya mengajar ngaji sampai sekarang," kata Aswati.

Di TPQ Nurul Iman yang dibangun bersama suaminya, Asnawati setiap sore mengajar sekitar 60 anak. Mereka adalah anak-anak dari PMI, anak yatim piatu dan masyarakat umum. Asnawati bekerja tanpa pamrih, tanpa gaji maupun honor. Padahal, di balik semua itu, sebenarnya apa yang dibaktikan oleh guru-guru ngaji turut membantu pula pekerjaan pemerintah. Di mana terbangun suatu upaya, bahwa segenap masyarakat harus pula mendapatkan pendidikan dasar agama, mendampingi pendidikan umum.

"Saya ingin mengabdikan diri di masyarakat, agar sedikit ilmu yang saya miliki dapat menjadi pondasi bagi anak-anak dan sebisa mungkin dapat menuntun mereka agar bermanfaat bagi keluarga, agama dan bangsa," ungkapnya.

Aswati mengaku akan tetap konsisten mengajar anak-anak agar tak hanya bisa membaca, namun juga berakhlak sebagaimana diajarkan dalam Alquran. Ia bekerja keras mendidik anak-anak, walau bayarannya sebagai guru mengaji hanya ucapan terima kasih. **(Humas/UPT BP2MI Serang/Bud_N)