Monday, 28 November 2022

Berita

Berita Utama

Perdana, BP3MI Kalbar dan Bupati Sambas Lepas 125 PMI ke Sarawak, Malaysia

-

00.09 12 September 2022 182

Perdana, BP3MI Kalbar dan Bupati Sambas Lepas 125 PMI ke Sarawak, Malaysia

Sambas, BP2MI (12/9) – Sebanyak 125 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilepas secara langsung oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan juga Bupati Sambas, Satono, untuk ditempatkan di beberapa perusahaan di Sarawak, Malaysia. Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, juga turut melepas PMI secara virtual, bersamaan dengan pelepasan PMI di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur

Pelepasan yang dilaksanakan di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) ini berlangsung pada Senin (12/9/2022) dan juga dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia (RI) di Kuching serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sambas.

PMI yang dilepas terdiri dari 91 orang laki-laki dan 34 orang perempuan. Mereka ditempatkan ke Malaysia dengan skema penempatan Private to Private (P to P) melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), yakni PT Arwana Citra Lestari. Rangkaian proses penempatan tersebut dilakukan di Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA-P2TKLN) Kabupaten Sambas.

Bupati Sambas, Satono, menyampaikan, 125 PMI yang dilepas merupakan kloter pertama penempatan PMI ke Malaysia setelah kurang lebih dua tahun pandemi Covid-19 melanda. “Saya berpesan pada para PMI untuk selalu menjaga nama baik Indonesia dan menaati hukum yang berlaku di Malaysia,” ujar Satono.

Konsul Jenderal RI (KJRI) di Kuching, Raden Sigit Witjaksono, turut memberikan imbauan kepada para PMI. “Selama bekerja di Sarawak, jangan ragu untuk menghubungi KJRI di Kuching melalui hotline atau datang langsung jika memerlukan bantuan,” ujar Sigit.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat, Fadzar Allimin, menggunakan kesempatan ini untuk menjelaskan kredensial yang dibawa oleh PMI. “PMI diberikan kredensial atau surat kepercayaan yang biasanya hanya diberikan kepada Duta Besar. Kredensial ini nantinya akan dibawa ke tempat PMI bekerja,” jelas Fadzar.

Para PMI juga menerima pembekalan Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) dan hygiene kit dari BP2MI, buku tabungan dengan saldo Rp 50.000 dari BRI, serta Kartu BPJS Ketenagakerjaan. * (Humas/BP3MI Kalimantan Barat/CLN)