Thursday, 24 June 2021

Berita

Berita Utama

Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi Lanjutkan Sosialisasi ADEM AMAN di Kec. Banyuputih

-

00.05 22 May 2021 244

Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi Lanjutkan Sosialisasi ADEM AMAN di Kec. Banyuputih

Banyuwangi, BP2MI (22/5) - Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi melanjutkan kegiatan sosialisasi Anjangsana Desa untuk Migrasi Aman atau yang disingkat ADEM AMAN sesion 2 pasca ramadhan di Kec. Banyuputih, Kab. Situbondo, Kamis (20/5/2021).

ADEM AMAN ini merupakan kegiatan sosialisasi yang diprakarsai oleh Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi dengan target para Kepala desa di 4 Kabupaten wilayah kerja BP2MI Banyuwangi, yaitu Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember. Sebelumnya sesion 1 sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi dan kali ini kembali dilaksanakan sesion 2 di Kabupaten Situbondo, tepatnya di Kecamatan Banyuputih dan akan menyusul beberapa kecamatan lainnya.

Dipilihnya Kecamatan Banyuputih karena berdasarkan data BP2MI periode 2017-2020 menunjukkan bahwa penempatan Pekerja Migran Infonesia (PMI) di kecamatan tersebut menempati peringkat 1, sedangkan tingkat penanganan kasus menduduki peringkat ke 2 di wilayah Kabupaten Situbondo.

Koordinator Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi, Iqbal, menyampaikan bahwa peran desa sangat penting dalam melindungi warganya yang akan bekerja di luar negeri, karena desa menjadi garda terdepan baik dalam verifikasi, penyebarluasan informasi peluang kerja, serta pelindungan dan pemberdayaan PMI sesuai UU 18/2017.

Iqbal memberikan contoh kasus PMI nonprosedural yang merupakan warga Desa Sumber Anyar, Kecamatan Banyuputih, yang bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Ia divonis hukuman mati karena dakwaan telah membunuh anak majikan. Hal tersebut bisa menjadi pembelajaran para masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri agar melalui proses penempatan secara prosedural karena mendapatkan pelatihan, penempatan sesuai kompetensi, mendapatkan jaminan sosial dan ketenagakerjaan serta mempermudah penanganan masalah karena terdata di SISKOP2MI.

"Maka dari itu untuk menekan angka permasalahan PMI, diharapkan para Kepala desa agar benar-benar mengawasi warganya yang akan bekerja ke luar negeri, apakah sesuai dengan prosedur atau tidak," imbuh Iqbal.

Dalam kegiatan ADEM AMAN, para Kepala desa diberikan kuesioner untuk mengetahui seberapa paham pemerintah desa mengenai perannya, serta apa saja yang sudah dilakukan dalam pelindungan PMI.

Ke depannya, dalam kurun waktu sampai dengan akhir tahun 2021, Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi akan terus melanjutkan program ADEM AMAN ini di dua kabupaten lainnya, yaitu Jember dan Bondowoso dengan memilih lokasi di tiga kecamatan di masing-masing kabupaten, berdasarkan tingginya jumlah penempatan dan kasus PMI. Diharapkan program sosialisasi ini dapat meningkatkan sinergi antara BP2MI dengan Pemerintah Desa.

Acara ini turut dihadiri oleh Camat Banyuputih, Anang Suhariyanto, Puslaptpur Marinir Kapten Hartono, para kepala desa, serta PKK Kecamatan Banyuputih. *** (Humas/Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi/V/LFH)