Thursday, 9 July 2020

Berita

Berita Utama

Rakor Virtual, Kepala BP2MI Ajak Kepala UPT BP2MI Bersama Bekerja dengan 'Berlari'

-

00.04 28 April 2020 593

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat melakukan Rapat Koordinasi Virtual di kantor UPT BP2MI Jakarta, pada Senin (27/04).

Jakarta, BP2MI (28/4) -  Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, menyampaikan akan bekerja secara berlari bersama seluruh jajajaran BP2MI, baik pusat maupun di  daerah. 

"Saya mendapat mandat tugas negara, tugas merah putih, saya tidak ingin berlama-lama, saya ingin bekerja secara berlari, saya mengajak seluruh jajaran BP2MI di pusat maupun daerah untuk berani dan tidak memiliki rasa takut sedikitpun untuk menyatakan perang terhadap sindikasi pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural, karena jumlah yang nonprosedural lebih besar dibandingkan dengan yang prosedural,"  ujar Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat memimpin Rapat Koordinasi Virtual dengan Pejabat Pusat dan daerah di kantor UPT BP2MI Jakarta, Senin, 27/4/2020.

Benny menegaskan, yang paling penting adalah BP2MI adalah representasi negara. Oleh karenanya, BP2MI tidak boleh kalah terhadap oknum pelaku yang melakukan cara-cara kejahatan pengiriman PMI nonprosedural dengan modal kapital dan dukungan dari oknum-oknum yang menggunakan institusi kekuasaan apapun untuk mengalahkan negara. "Kalaupun peperangan ini pada akhirnya harus ada yang menjadi korban politik biarlah saya yang menanggungnya. Badan ini merupakan ladang pahala bagi kita semua dalam memberikan pelayanan kepada PMI, mudahan-mudahan ini menjadi semangat kita bersama," tegasnya.

Ia menyebutkan, PMI seharusnya diposisikan sebagai Very Very Important Person (VVIP) dalam kehidupan bernegara. Pemerintah wajib menyiapkan karpet merah bagi PMI. BP2MI  harus mampu memberikan pelayanan dan pelindungan kepada para PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan membuktikan bahwa negara benar-benar hadir untuk PMI.
“Jadi tagline kita adalah Melayani dan Melindungi dengan Nurani, karena kita ingin memberikan pelayanan yang maksimal, kerja yang optimal, serta dalam pelayanan dan pelindungan yang berlandaskan nurani," jelasnya.  

Benny mengaku, banyak menerima pengaduan terkait Calon PMI yang masih berada di penampungan P3MI untuk segera dipulangkan tanpa membayar jaminan kepada Perusahaan. Bila ada Perusahaan yang menahan Calon PMI, BP2MI akan memberikan sanksi tegas Tunda Layan kepada mereka. Karena pemulangan Calon PMI ke daerah asal menjadi tanggung jawab perusahaan.

Tugas fokus saat ini adalah penanganan Covid-19 dan BP2MI sudah mengambil langkah-langkah strategis dengan membentuk Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Keputusan Kepala BP2MI Nomor 104/KA/IV/2020 tentang Perubahan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan BP2MI.

BP2MI telah menyiapkan petugas di setiap titik, baik melalui jalur udara, laut maupun darat di perbatasan untuk melayani PMI. BP2MI juga telah meresmikan Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Media center inilah yang akan menginformasi secara rutin setiap kepulangan PMI dari negara-negara penempatan dengan berkoordinasi Kementerian/Lembaga terkait. BP2MI dalam waktu dekat juga akan mendistribusikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas-petugas UPT BP2MI di daerah.

Benny berharap kepada seluruh UPT BP2MI untuk terus menerus melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19 melalui media sosial yang ada masing-masing di UPT BP2MI. "Saya mengapresiasi UPT BP2MI di daerah yang memberikan masukan dan saran dalam perang melawan sindikasi pengiriman PMI secara nonprosedural, dan harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan kepada CPMI, PMI, dan PMI purna beserta keluarganya," ujarnya.

Sebelum melakukan Rakor, Benny menyempatkan diri meninjau sarana dan prasarana serta warung PMI Purna dan berdialog dengan para PMI Purna binaan UPT BP2MI Jakarta.***(Humas BP2MI)