Thursday, 6 May 2021

Berita

Berita Utama

Ratusan PMI Tiba di Pelabuhan Parepare, UPT BP2MI Makassar Fasilitasi Pemulangan ke Dasal

-

00.05 4 May 2021 84

Ratusan PMI Tiba di Pelabuhan Parepare, UPT BP2MI Makassar Fasilitasi Pemulangan ke Dasal

Parepare, BP2MI (4/5) - UPT BP2MI Makassar dan Pos Pelayanan BP2MI Parepare kembali memfasilitasi pemulangan 146 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke daerah asal (dasal). 146 PMI yang dideportasi dari Sabah, Malaysia, melalui Nunukan ini, sebelumnya telah dikarantina di Nunukan. Seluruh PMI dipulangkan dari Nunukan menggunakan  Kapal KM Thalia Express yang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare, pada Jumat (30/4/2021).

Dari hasil pendataan terdapat sebanyak 11 PMI yang berasal dari provinsi Sulawesi Tenggara, NTT 26 PMI, NTB 3 PMI, dan Kalimantan Barat 44 PMI. Para PMI untuk sementara ditampung di shelter Pos Pelayanan BP2MI Parepare.

Adapun di antaranya telah diberangkatkan melalui jalur darat ke Kendari, dan jalur laut menuju Bau-bau, Maumere, dan Larantuka. Sisanya sebanyak 10 PMI akan dipulangkan pada hari Rabu (5/5/2021) masing-masing melalui jalur udara menuju Bandara Kupang, Pontianak, dan Bima.

Beberapa Pemda dari Provinsi Sulawesi Selatan hadir di kantor Pos Pelayanan BP2MI Parepare untuk menjemput langsung warganya, selebihnya PMI difasilitasi dengan travel menuju kabupaten masing-masing PMI sampai ke rumah keluarganya.

Salah satu di antara 146 PMI tersebut ada satu orang PMI yang mengalami sakit stroke, yaitu Maria Mariam binti Hassan (62 tahun) yang berasal dari Makassar. Saat ini PMI Maria sedang dirawat di RS Andi Makassau Kota Parepare, sambil menunggu kondisinya membaik sebelum diserahkan ke Dinas Sosial Kota Makassar, karena suami dan semua anaknya telah meninggal.

Sementara itu Kepala UPT BP2MI Makassar, Mohd Agus Bustami, yang hadir langsung menyerahterimakan PMI kepada pemda yang menjemput warganya, menyatakan apresiasinya terhadap keseriusan pemda dalam mengurusi PMI.

"Saya terus memotivasi seluruh petugas UPT BP2MI Makassar agar tetap bersemangat dan melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada PMI serta terus menjaga kesehatan, karena gelombang deportasi dari wilayah Sabah masih ada sekitar 20.000 PMI yang menunggu untuk dipulangkan," tutup Agus. *** (Humas/UPT BP2MI Makassar/Arif)