Thursday, 5 August 2021

Berita

Berita Utama

Sambangi Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi, KPI Cab. Banyuwangi: Harapan untuk Penguatan Komunitas PMI dan Keluarga, Khususnya Perempuan dan Anak-anak

-

00.07 7 July 2021 335

Sambangi Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi, KPI Cab. Banyuwangi: Harapan untuk Penguatan Komunitas PMI dan Keluarga, Khususnya Perempuan dan Anak-anak

Banyuwangi, BP2MI (6/7) – Pos Pelayanan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi menyambut baik kunjungan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Banyuwangi dalam rangka memperkenalkan organisasi dan menyosialisasikan program baru yang digarap oleh KPI, Selasa (6/7/2021).

Sekretaris KPI Cabang Banyuwangi, Rulis Diana, Dewan Kepentingan Kelompok Pemuda Pelajar Mahasiswa, Ainur Rizkiyah serta didampingi Saras Dumasari selaku Preswil Kelompok Kepentingan Pemuda Pelajar Mahasiswa, kunjungan KPI ini diterima langsung oleh Koordinator Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi, Muhammad Iqbal, di ruang kerjanya.

Rulis menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama dalam hal pelatihan dan pendampingan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta keluarganya, khususnya anak-anak dan perempuan.

Menanggapi kunjungan ini, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa PMI tidak bisa dipisahkan dari peran serta perempuan, apalagi dengan fakta yang ada bahwa perempuan adalah bagian terbesar dari komunitas PMI.

"Menurut data dari SISKOPMI, data penempatan PMI di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2021 berjumlah 1.210 orang, dengan rincian 42 laki-laki, sedangkan 1.168 lainnya adalah perempuan atau sekitar 96,53% dari keseluruhan," jelasnya

Data tersebut tentunya sejalan dengan program KPI Jawa Timur di kantong-kantong PMI berupa program Safe and Fair bersama UN Women. Harapannya, melalui program tersebut KPI dapat melakukan penguatan komunitas PMI dan keluarganya, serta memperluas jangkauan LTSA hingga ke desa-desa dalam bentuk Balai Perempuan Pusat Informasi Pengaduan dan Advokasi (BP PIPA) PMI sebagai Migrant Resource Center (MRC).

Program Safe and Fair ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), BP2MI, dinas terkait serta MRC sendiri melalui pelatihan tentang migrasi yang aman, hak-hak ketenagakerjaan dan kesetaraan gender, kekerasan terhadap perempuan, pencegahan perdagangan orang, dan masalah-masalah yang berdampak pada PMI perempuan, termasuk perekrutan ilegal, migrasi non-prosedural, eksploitasi, kekerasan, dan perdagangan orang.

Ke depannya, diharapkan MRC melalui BP PIPA PMI dapat menjadi layanan lini terdepan dalam pelayanan informasi dan pengaduan bagi PMI di desa-desa dan juga mengoptimalkan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Menanggapi KPI, Iqbal menyampaikan bahwa adanya penguatan ekosistem sosial kemasyarakatan dalam pelindungan PMI akan sangat membantu kinerja Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi ke depannya.

“Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi berharap adanya kerja sama yang bisa terwujud di waktu mendatang,” ujar Iqbal.

Selain isu tersebut, Iqbal juga menyampaikan bahwa BP2MI tengah fokus dalam program vaksinasi gratis bagi PMI dan Calon PMI. Saat ini tengah dilakukan pendataan terhadap peserta program G to G Korea Selatan dan Jepang dengan jumlah peserta 410 PMI di empat kabupaten wilayah kerja Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi.

Sebagai penutup, Rulis Diana berharap melalui program ini KPI dapat melakukan penguatan komunitas PMI dan keluarganya, serta memperluas jangkauan LTSA hingga ke desa-desa dalam bentuk Balai Perempuan PIPA PMI sebagai MRC (Migrant Resource Center). “Selain itu, KPI berharap bisa berdampingan dan berjalan bersama dinas atau lembaga pemerintah khususnya dengan Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi selaku lembaga pemerintah yang memang menangani PMI sehingga dapat tercapai tujuan seperti yang diharapkan,” pungkas Rulis. *(Humas/ Pos Pelayanan BP2MI Banyuwangi/VII/RIK)