Thursday, 24 September 2020

Berita

Berita Utama

Sempat Terlantar di Arab Saudi, Kepala BP2MI Jemput Langsung PMI di Bandara Soetta

-

00.09 11 September 2020 385

Kepala BP2MI Jemput Langsung PMI di Bandara Soetta

Tangerang, BP2MI (10/9) Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  menjemput langsung sebanyak 52 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba dari Arab Saudi. Sebelumnya para PMI tersebut sempat terlantar sebelum akhirnya dipulangkan. 

"Setelah viral di Media Sosial terlantar di Arab Saudi, sebanyak 52 PMI  bermasalah, malam ini kami pulangkan," ujar Benny  Kamis malam, di Bandara Soetta Tangerang, Banten (10/9/2020).

Benny menyatakan, para PMI  dipulangkan setelah diketahui berangkat melalui jalur non prosedural, mereka juga diduga  menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan  Orang (TPPO).

"Dalam video unggahan di youtube,  para para PMI  terlantar di Arab Saudi, akibat tidak diberikan gaji dari majikannya selama bekerja sejak tahun 2018 silam. Para PMI juga menuntut agency  yang menjadi penyalur agar haknya diberikan," ujarnya.

Setelah mendapat  informasi tersebut, lanjut Benny,   BP2MI langsung berkordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI)  Arab Saudi untuk  memulangkan para pahlawan devisa ke tanah air.

"Setiba di  Terminal 3 Soetta,  para petugas  langsung  memeriksa satu persatu. Dari 21 data yang ada, dalam pelaksanaannya petugas mendapati 31 pekerja migran yang juga tidak ada dalam daftar atau bermasalah," jelasnya.

Menurut Benny, pada 2018 para  PMI tersebut  diberangkatkan oleh Perusahan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI)  El-Safah, Putra Timur Mandiri, dan Anugrah Aumber Rezeki.  Mereka  bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT).

"BP2MI akan segera melaporkan ke  Bareskrim Polri, karena perusahaan tersebut merupakan penyalur ilegal, yang diduga melakukan tindak TPPO," kata Benny

Selanjutnya sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, sambung Benny,  para PMI  ini akan didata untuk  menjalani karantina sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

"Ibu adalah pahlawan devisa, jangan malu menjadi PMI. Saya bangga kepada ibu, karena saya tidak pernah menyumbangkan devisa," tukas Benny. *(Humas BP2MI)