Thursday, 9 July 2020

Berita

Berita Utama

Sinergi Kementerian BUMN-BP2MI dalam Masa dan Pasca Pandemi Covid-19

-

00.05 19 May 2020 315

Sinergi Kementerian BUMN-BP2MI dalam Masa dan Pasca Pandemi Covid-19

Jakarta, BP2MI (19/5) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) siap bersinergi  memberikan pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), baik pada masa pandemi maupun pasca pandemi Covid-19. 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyampaikan, selama masa pandemi dan pasca pandemi Covid-19 ini, BP2MI bersama dengan Kementerian/Lembaga siap bersinergi untuk  tetap memberikan pelayanan optimal dan tindakan maksimal kepada para PMI. 

“Dari Januari - Mei 2020 sebanyak 135.858 PMI telah pulang ke Tanah Air, sedangkan menjelang Lebaran ini ada sekitar 34.300 PMI yang masa kontraknya akan berakhir,” jelas Benny dalam rapat virtual bersama Menteri BUMN Erick Thohir, di kantor BP2MI, Selasa (19/5/2020).
 
Benny mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini, BP2MI bersama Kementerian BUMN terus memberikan pelayanan kepada PMI seperti dengan  menyiapkan help desk di terminal Bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, dan Kualanamu Medan.  “Kementerian BUMN juga sudah menyiapkan Damri untuk moda transportasi kepada PMI. Serta menyediakan shelter sebagai tempat transit untuk PMI,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Kementerian BUMN juga siap memberikan lounge dan jalur khusus di Soekarno-Hatta, baik di terminal 2 dan 3. Benny menambahkan, kebutuhan ini tidak hanya di masa pandemi, tetapi  juga tetap berlanjut pada pasca pandemi Covid-19.  “Kerja sama merah putih yang kita sebut untuk PMI sebagai warga negara VVIP.  Ini adalah kerja kolaboratif, terimakasih telah bekerja bersama-sama di lapangan,” paparnya.

Sementera itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, semua pekerja migran harus diberikan servis yang baik. Mereka ini adalah pejuang negara, baik berangkat ataupun yang pulang.

“Saya rasa program Kementerian BUMN banyak sekali, kita akan  coba ber-partner. Misal kita bisa ber-partner dengan Jepang atau dengan Timur Tengah. Kita ingin bersinergi ini dan menjadi aset. Kita ingin punya blue print yang lebih besar dengan peluang bekerja ke luar negeri. Kita bisa mencoba dan meng-upgrade layanan untuk para PMI,” jelasnya.

Erick mengaku siap untuk melibatkan lini BUMN, seperti Angkasa Pura I dan II, Pelindo, ataupun  Damri. BUMN siap memberikan pelayanan one stop service untuk pekerja migran. “Kita  berikan perhatian khusus untuk pekera migran, sehingga mereka  menjadi  warga yang VVIP. Saya rasa kita bisa buat aplikasi khusus sehingga bisa memudahkan pekerja migran tidak dibohongi dengan situasi di lapangan. Karena dengan era digital sekarang ini bisa lebih mudah dan transparan,” jelas Erick.** (Humas BP2MI)