Sunday, 24 January 2021

Berita

Berita Utama

Tutup Rakornis, Kepala BP2MI Minta Seluruh Jajaran Move On Dari Kebiasaan Lama, Ayo Layani PMI

-

00.11 22 November 2020 172

Tutup Rakornis, Kepala BP2MI Minta Seluruh Jajaran Move On Dari Kebiasaan Lama, Ayo Layani PMI

Manado, BP2MI (22/11) Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani secara resmi menutup Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis)  Peningkatan Tata Kelola Penempatan dan Pelindungan PMI.

BP2MI gelar rakornis Tahun 2020 di Manado Sulawesi Utara dari  21-23 November 2020.

Benny mengatakan agar seluruh jajaran BP2MI,  tanpa kecuali, baik di pusat maupun di daerah untuk sama-sama move on, tinggalkan kebiasaan lama, kebiasaan yang menganggap PMI pekerja rendahan. Sehingga bisa  memperlakukannya dengan hormat dan bermartabat. 

"Saya mengajak, mulai dari diri saya untuk mengubah paradigma, mengubah sikap dan perilaku kita dengan sikap dan perlakuan hormat kepada PMI. Tidak akan lelah dalam setiap kesempatan saya selalu mengatakan bahwa mereka adalah pahlawan. Mereka adalah pejuang dan karenanya mereka layak kita perlakukan dengan hormat, kita perlakukan dengan bermartabat," ujar Benny saat menutup Rakornis BP2MI di Manado, Minggu 22/11.

Bukan hanya sekedar sikap, lanjut Benny, perilaku dan pelayanan penting dari kebijakan dapat diterjemahkan dalam program dan kegiatan yang benar-benar berpihak dan  menyentuh persoalan mendasar PMI. 

"Saya yakin dalam Rakornis ini semua serius untuk memikirkan, menyusun dan merencanakan berbagai program dan kegiatan yang bukan berorientasi pada penyerapan anggaran semata.  Namun, yang benar-benar dibutuhkan PMI dan keluarganya, sebagaimana saya gariskan dalam 9 program prioritas BP2MI," pungkasnya.

Benny menambahkan, besok dan ke depan adalah pembuktian. Bahwa apa yang disusun bersama-sama  bukan hanya sekedar rencana, bukan semata-mata rutinitas biasa.  Namun, yang terpenting adalah implementasi  rencana aksi yang harus diwujudkan. 

Selain itu, rencana aksi juga harus terlaksana dan dapat memberikan dampak nyata bagi perbaikan tata kelola pelindungan PMI. Serta semakin menguatkan sinergitas tata kelola penempatan dan pelindungan PMI di antara para pemangku kepentingan, baik Pusat maupun Daerah serta Dalam dan Luar negeri. 

"Saya pastikan, saya akan mengawal langsung implementasi rencana tindak lanjut yang telah disepakati. Saya monitoring secara berkala, bahkan saya akan setiap waktu tanpa pemberitahuan mengecek satu per satu  UPT BP2MI," ujarnya.

Kepala BP2MI meminta kepada seluruh jajaran BP2MI, setelah disepakati Rencana Aksi 2021 ini, untuk membuat penyesuaian-penyesuaian pada rencana kerja ke depan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan di masing-masing dalam Rencana Aksi. Pelaksanaan Rencana aksi ini hendaknya secara periodik dimonitoring, diuji kembali, dan dievaluasi, sehingga  dapat melakukan perbaikan dan penguatan tata kelola penempatan dan pelindungan PMI.  

"Saya minta  untuk mengatur pelaksanaan Rakornis secara reguler, apakah akan dilakukan per 3 bulan atau per 6 bulan sekali," pungkasnya.*(Humas BP2MI)