Saturday, 6 March 2021

Berita

Berita Utama

UPT BP2MI Manado Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang dalam Sidang Sinode Ke-53 GMIBM

-

00.02 11 February 2021 317

UPT BP2MI Manado Sosialisasikan Peluang Kerja ke Jepang dalam Sidang Sinode Ke-53 GMIBM

Bolaang Mongondow Timur, BP2MI (11/2) - Sebagai tindak lanjut dari pertemuan dengan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM), Cristina Noula Raintama Pangulimang yang diadakan minggu yang lalu, UPT BP2MI Manado mensosialisasikan peluang kerja sebagai Care Worker ke Jepang di hadapan ratusan pelayan khusus dari 22 wilayah pelayanan gereja GMIBM se-Bolaang Mongondow Raya yang mengikuti acara ini baik secara langsung maupun online, Rabu (10/2/2021). Kegiatan ini turut menggandeng Jayadi Global Education Center (JGEC) selaku RSO yang melayani pendaftaran program SSW Jepang di Manado. 

Dalam sambutannya, Kepala UPT BP2MI Manado, Hendra Makalalag menyambut baik kesempatan sosialisasi ini.

"Kesempatan sosialisasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kami selaku pemerintah untuk menginformasikan peluang kerja ke luar negeri secara prosedural. Selama ini mungkin masyarakat hanya mendengar sekilas mengenai kerja keluar negeri sehingga informasi yang didapat hanya sedikit. Di kesempatan sosialisasi kali ini kami ingin menjabarkan secara jelas mengenai prosedur kerja ke luar negeri utamanya ke Jepang agar masyarakat Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Raya bisa tertarik dan berminat kerja ke luar negeri," ungkapnya.

Lebih lanjut Hendra menyebutkan bahwa peluang kerja ke luar negeri adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran.

"Saat ini angka pengangguran Sulawesi Utara sangat tinggi. Kurang lebih 90 ribuan jiwa kini tidak memiliki pekerjaan. Untuk itu peluang kerja ke Jepang sebagai Care Worker ini adalah peluang yang sangat baik untuk dimanfaatkan," kata Hendra.

Hendra juga menambahkan bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran juga sangat menggiurkan, gaji sebagai Care Worker di Jepang mulai dari Rp 20 jutaan/bulan.

"Dengan penghasilan sebesar itu, kami harapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Raya dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia, membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya," tutupnya. *** (Humas/UPT BP2MI Manado/Lia)