Friday, 23 April 2021

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan


Drs. Freddy Martin Panggabean, M.A.

Lahir di Medan pada tanggal 3 Maret 1967. Meraih gelar Drs dari FISIP USU pada tahun 1991. Menempuh pendidikan S2 di Monterey Institute of International Studies, California, USA, dan meraih gelar Master of Arts in International Policy Studies dan Certificate in Commercial Diplomacy. Pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan Negotiation and Diplomacy di Harvard Program on Negotiation, Economics Institute di Boulder Colorado, Karass International Negotiation, Osgood Hall School of Law, York University di Toronto, Netherlands Institute of International Relations (Clingendael), Den Haag dan UN-ESCAP, Bangkok.

Merupakan diplomat karir dari Kementerian Luar Negeri sejak tahun 1992. Penugasan dalam negeri berawal sebagai staf pada Biro Keuangan (Staf) dan selanjutnya pernah menjabat sebagai Kepala Seksi pada Direktorat Investasi dan Keuangan - Ditjen HELN, Direktorat Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup - Ditjen Multilateral dan menjabat sebagai Kepala Bidang Organisasi Global dan PBB pada Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan pada Organisasi Internasional – BPPK. Penugasan diplomatik di luar negeri yang pernah diemban  yakni di KJRI Toronto (sebagai Vice Consul), KBRI Pretoria (sebagai Counselor for Information, Social and Cultural Affairs) dan KBRI Kuala Lumpur (sebagai Minister Counselor for Political Affairs). Pada tanggal 20 Januari 2017, beliau dipercaya menjabat sebagai Direktur Kerjasama Luar Negeri BNP2TKI. Pada tanggal 16 Oktober 2020, beliau dilantik menjadi Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI.

Beliau aktif dalam pembahasan isu-isu penempatan dan pelindungan pekerja migran dan mempromosikan kerjasama luar negeri untuk menembus akses pasar kerja di berbagai negara bagi Pekerja Migran Indonesia. Selain itu juga terlibat aktif dalam berbagai forum bilateral, regional dan multilateral, baik dalam penyiapan dokumen perjanjian maupun turut sebagai delegasi dalam menegosiasikan isu Movement on Natural Persons pada perundingan Indonesia – EU Economic Comprehensive Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia – Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA – CEPA), Indonesia – EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK – CEPA) dan Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (I-JEPA). Beliau juga pernah menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada Global Forum for Migration and Development (GFMD) di Berlin pada tahun 2017.