Monday, 7 April 2025
logo

Berita

Berita Utama

BP2MI Kembali Lepas Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan dan Taiwan

-

00.07 24 July 2023 1004

BP2MI Kembali Lepas Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan dan Taiwan

Jakarta, BP2MI (24/7) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas Pekerja Migran Indonesia pada Senin (24/7/2023). Kali ini, tak hanya Pekerja Migran Indonesia program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan saja yang dilepas, tapi juga pekerja migran untuk program Special Placement Program to Taiwan (SP2T).

Tepatnya, ada 118 pekerja migran program G to G ke Korea Selatan untuk sektor manufaktur dan perikanan, serta 14 pekerja migran program SP2T ke Taiwan yang dilepas keberangkatannya di Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat. Selain itu, ada pula 620 calon Pekerja Migran Indonesia program G to G ke Korea Selatan yang tengah menjalankan Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) turut menyemarakkan kegiatan ini.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyampaikan, negara berutang banyak kepada para pekerja migran sebagai pahlawan devisa yang telah menyumbangkan remitansi sebesar Rp 159,6 triliun setiap tahunnya. “Bagaimana cara negara untuk membayar utang tersebut? Tentunya dengan keberpihakan kepada rakyat yang diwujudkan dengan kebijakan-kebijakan yang efektif dan cepat,” jelas Benny.

Pada masa kepemimpinannya, lanjut Benny, ia juga berusaha untuk menghargai para pekerja migran dengan berbagai upaya. “Saat ini calon Pekerja Migran Indonesia tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengikuti OPP. Pekerja migran juga kini bisa dilepas oleh pejabat dan tokoh-tokoh penting negara ini. Negara juga sudah menyediakan berbagai fasilitas khusus bagi PMI sebagai warga negara VVIP (Very Very Important Person),” pungkas Benny.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), Abdul Azis Khafia, sepakat dengan Benny, bahwa Pekerja Migran Indonesia tidak boleh dianggap sebagai pekerjaan kelas rendah. “Kalian juga tidak boleh menganggap kalian lebih rendah. You are what you think. Kalian dapat bekerja di luar negeri karena memiliki kompetensi yang mumpuni. Buktikan bahwa kalian bisa menjadi duta bangsa yang hebat,” pungkas Abdul Azis.

Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK), Heru Setiawan, memotivasi para Pekerja Migran Indonesia untuk bisa berwirausaha dan menghasilkan sesuatu sepulangnya ke Indonesia nanti. “Saya harap teman-teman dapat selalu bekerja dengan baik, jujur, amanah, produktif, dan dapat menjaga etika,” ujar Heru. * (Humas/CLN/AH)