Saturday, 28 November 2020

Berita

Berita Utama

Lantik Pejabat BP2MI: Kepala BP2MI, Ayoh Lari....

-

00.10 16 October 2020 363

Lantik Pejabat BP2MI: Kepala BP2MI, Ayoh Lari....

Jakarta, BP2MI (16/10) - Kepala BP2MI, Benny Rhamdani tegaskan perubahan fundamental lembaga BP2MI adalah untuk mewujudkan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang utuh. Hal ini diungkapkan Benny saat melantik 15 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BP2MI, di Aula BP2MI, Jakarta, Jumat (16/10/2020). Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala BP2MI Nomor Kep. 165/KA/X/2020 Tentang Penghentian dan Pengangkatan dari dan Ke Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BP2MI.

"Perubahan fundamental organisasi dan tata kerja yang baru, yang disusun tidak hanya berdasarkan amanah UU No. 18 Tahun 2017, namun juga evaluasi terhadap organisasi BNP2TKI yang sebelumnya. Perubahan fundamental ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama karena bukanlah hal yang mudah untuk keluar dari kebiasaan, tapi bukan berarti ini tidak mungkin," jelas Benny.

Perubahan ini, lebih lanjut dijelaskan Benny, adalah untuk menghilangkan kotak-kotak yang sebelumnya ada, yang mencakup kotak pencarian peluang kerja luar negeri, kotak penempatan, dan juga kotak pelindungan yang selama ini diartikan secara sempit bahwa pelindungan hanyalah penyelesaian kasus. 

"Saya harapkan perubahan ini justru dapat mewujudkan pelindungan yang utuh, mulai dari pencarian peluang kerja luar negeri berbasis pelindungan, penempatan berbasis pelindungan, dan fasilitasi pemenuhan hak PMI berbasis pelindungan. Proses ini mendorong kita untuk memiliki customer minded dalam melayani dan melindungi, menempatkan diri sebagai PMI yang berproses sebelum bekerja hingga setelah bekerja," lanjut Benny.

Para pejabat yang baru dilantik ini dituntut untuk menguasai proses kerja BP2MI dari hulu ke hilir. Unit kerja berdasarkan pembagian kawasan juga mendorong adanya kompetisi yang sehat antar kedeputian teknis, sehingga penempatan Pekerja Migran tidak lagi di negara-negara penempatan tradisional dan tidak lagi untuk jabatan-jabatan yang selama ini mendominasi. 

"Bukan berarti perubahan fundamental pada kedeputian teknis tidak menjadi tantangan bagi jajaran kesettamaan. Justru kesettamaan memiliki tugas yang luar biasa untuk mendukung perubahan ini dan melakukan penyesuaian serta penguatan SDM dan kelembagaan agar revitalisasi BP2MI benar-benar dapat terwujud," ungkap Benny.

Benny menegaskan bahwa revitalisasi BP2MI tidak berhenti pada ditempatkannya para pejabat beserta jajaran di posisi dengan nomenklatur baru. Ke depannya perlu ada evaluasi terhadap revitalisasi ini.

"Saya amanahkan kepada Bapak/Ibu untuk melaksanakan tugas dan fungsi baru ini dengan diiringi pemikiran kritis evaluatif dan solutif sehingga nantinya kita dapat menemukan best practice dalam membentuk organisasi BP2MI yang dapat optimal memberikan pelindungan kepada Pekerja Migran kita dan keluarganya," lanjut Benny.
 
Ditegaskan Benny bahwa jabatan ini adalah amanah dan kepercayaan negara, karena itu tidak banyak orang yang diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan kerja-kerja besar ini. 

"Jika merasa tidak mampu mengemban amanah, jangan pernah merasa bahwa jabatan melekat selamanya. InsyaAllah, urusan kita akan dimudahkan bila semua hal yang kita jalankan diniatkan ibadah dan BP2MI adalah ladang ibadah kita semua. Inilah paradigma baru BP2MI, Melayani dan Melindungi dengan Nurani," tutup Benny. ** (Humas/Aff/MIT)