Thursday, 22 October 2020

Program Prioritas Nasional

Upgrading Skill CTKI

Direktur PHKTKLN II: SMK Mempunyai Peranan Penting Sebagai Lembaga Institusi Inkubator (INKAB) dalam Penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia

-

00.02 3 February 2020 1092

Jakarta, BP2MI (03/02)  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Direktorat Pemetaan dan Harmonisasi TKLN II mengundang  Perkumpulan Asisten Tenaga Kerja Kesehatan Indonesia (PATKESINDO), Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (PERSEMKI) dan SMK - SMK Kesehatan dari Surakarta, Yogyakarta, Brebes, Pontianak, Medan serta perwakilan SMK se-JABODETABEK.  

Acara dibuka oleh Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi, Drg. Elia Rosalina, MARS, M.Si beliau menyampaikan bahwa banyak terdapat Peluang Kerja di LN  antara lain Taiwan sebagai Nursing Home dengan (SP2T Taiwan) dan Jepang dalam Program Specified Skilled Worker (SSW) terutama untuk Careworker karena saat ini Jepang mengalami Shortage (Kekurangan) Tenaga Kerja dan Ageing Population (Populasi yang menua).

SMK Kesehatan punya peluang besar untuk mengisi peluang kerja tenaga kesehatan di luar negeri khusunya untuk jabatan Careworker (SSW Jepang) dan Nursing Home (SP2T Taiwan) dan ini juga menjadi salah satu solusi untuk menyingkapi regulasi dr UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, Tenaga kesehatan harus menempuh pendidikan minimal lulusan Diploma III (D3).

Rapat ini turut dihadiri oleh Direktur Kerjasama Luar Negeri, Drs. Freddy Martin Panggabean, M.A. beliau menyampaikan Saat ini banyak informasi peluang tenaga kerja luar negeri namun tidak mampu menjamin kepastian prosedur yang legal sehingga dibutuhkan pemahaman yang comprehensive oleh seluruh pihak mengenai prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia yang jelas.

Oleh karena itu Direktur PHKTKLN II, Sri Handayani, S.P., M.M menginisiasi acara ini untuk Menjawab tantangan pemenuhan peluang kerja, kompetensi yang dibutuhkan dan Informasi penempatan tenaga kerja luar negeri yang procedural, dengan cara memperluas pembentukan Lembaga Institusi Inkubator (INKAB) sesuai dengan permintaan dan syarat kerja ke luar negeri. Hal ini menjadi penting karena gap antara supply dan Demand adalah Bahasa. Dengan adanya institusi Inkubator ini, kemampuan bahasa asing (Jepang/Inggris/Mandarin) anak didik sudah terasah sejak awal sehingga diharapkan setelah lulus sekolah siap mengisi dunia kerja di LN.

Ketua Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (PERSEMKI) Singgih Purnomo menyampaikan terima kasih atas diadakannya acara ini karena kami dapat mengetahui peluang - peluang kerja yang ada di luar negeri dan syarat kompetensi yang dibutuhkan bagi siswa siswi kami yang berniat bekerja keluar negeri terutama tata cara penempatan PMI yang prosedural.

Kami menyambut baik inisiasi dari ibu Direktur PH TKLN II Sri Andayani, S.P.,M.M terkait Institusi Inkubator (INKAB) sebagai penyiapan CPMI karena kami sangat membutuhkan Pemerintah untuk hadir dalam memberikan pelindungan bagi PMI sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BP3TKI Jakarta Mocharom Ashadi, Plt. Kepala BP3TKI Bandung Tugiyarto, S.Sos. Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemasyarakat Program BP3TKI Serang Berliandy Haryono, S.H., salah satu perwakilan user yang memiliki demand Jepang yang berkerjasama PT. Koba Mirai Japan dan jajaran Eselon III dan Eselon IV serta staff yang terlibat. ** (Humas / PH2 / Bayu)