Thursday, 2 July 2020

Program Prioritas Nasional

Upgrading Skill CTKI

Sinergitas Penyiapan CPMI  antara BP2MI dengan Stakeholders

-

00.02 10 February 2020 1203

Jakarta, BP2MI (10/2) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melalui Direktorat Pemetaan dan Harmonisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (TKLN) II terus meningkatkan progres kerja sama dengan Lembaga - Lembaga Pendidikan. Kerjasama tersebut  tertuang  dalam kesepakatan (MoU)  sebagai upaya peyiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI), seiring dengan dengan telah terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2019 tentang Badan Pelindungan Pekerja Miran Indonesia.

Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI Elia Rosalina,  mengapresiasi Lembaga - Lembaga Pendidikan yang dinilai dapat bersinergi dengan BP2MI sebagai bagian dari implementasi kerjasama yang sudah terjalin. “Di bawah kerangka kerja sama ini, Kami berharap Lembaga - Lembaga Pendidikan yang sudah menjalin kesepakatan (MoU) dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja kesehatan luar negeri,” ujar Deputi dalam kegiatan Evaluasi terhadap kerjasama (MoU) antara BP2MI dengan Stakeholder Sektor Kesehatan, di Jakarta Rabu (5/2/2020).

Ditempat yang sama, Direktur PHKTKLN II BNP2TKI, Sri Andayani menyampaikan BNP2TKI siap untuk bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan untuk melakukan Sosialisasi kepada pihak keluarga CPMI.  

Terdapat beberapa permasalahan dalam proses penyiapan tenaga kerja luar negeri diantaranya masalah ketidakjelasan informasi bagi pihak kelarga CPMI dan biaya pengurusan persyaratan pemberangkatan ke luar negeri.  BP2MI akan memfasilitasi dengan mempertemukan pihak CPMI dengan pihak penyedia KUR PMI, sebagai solusi pembiayaan pengurusan persyaratan pemberangkatan ke luar negeri.

“Saya percaya dengan komitmen kesepakatan (MoU) di bidang peyiapan calon pekerja migran Indonesia  maka kerja sama ini akan lebih berkelanjutan,” ujar Sri Andayani.

Direktur LPK Bahana Inspirasi Muda Rizki menyampaikan, bahwa sejak tahun 2014, Lulusan LPK Bahana Inspirasi Muda telah bekerja di luar negeri dengan  total sebanyak 292 orang melalui skema G to G ke Jepang. Sedangkan untuk Tahun 2019 sebanyak 30 orang tersebar di Hiroshima, Tokyo, dan distrik lainnya di Jepang bekerja sebagai tenaga kesehatan.

Ia menambahkan, sebagai LPK yang mendukung Program Institusi Inkubator, saat ini terdapat 119 siswa dengan target pelatihan selama tujuh bulan. “Kami siap untuk membantu lembaga lainnya dalam rangka pelatihan Bahasa Jepang leveling N-4 dalam upaya menjawab tantangan memenuhi peluang kerja Luar Negeri.”  Kata Rizki.***(Humas/Bayu)