Monday, 28 November 2022

Berita

Berita Utama

BP2MI Dorong Peluang Kerja Baru di Samsung Heavy Industry Korea Selatan

-

00.10 4 October 2022 1281

BP2MI Dorong Peluang Kerja Baru di Samsung Heavy Industry Korea Selatan.

Jakarta, BP2MI (04/10/2022) – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, menerima kunjungan kerja Ketua Asosiasi Korea Selatan di Jawa Timur, Mr. Lee Kyeong Youn, bersama General Manager Samsung Heavy Industry, Kim Jae Hwan; CEO Agency Hanyul. MP., Co, Ltd, Mr. Jun Sung Ryul; dan Direktur Utama P3MI PT. Intersolusi Indonesia, Esther Tjandra, di kantor BP2MI, Jakarta, Selasa (04/10). Pertemuan ini merupakan tindaklanjut atas pertemuan sebelumnya, terkait peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke perusahaan Samsung Heavy Industry di Korea Selatan. 

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, Korea Selatan menjadi negara yang sangat diminati para PMI dan rata-rata setiap tahun, termasuk tahun ini, jumlah CPMI yang mendaftar untuk bekerja ke Korea Selatan kurang lebih ada 20 ribu orang.

“Kami sedang melobi pemerintah Korea Selatan untuk membuka sektor lain, selain manufaktur dan perikanan untuk skema G to G (Government to Government). Untuk itu, kami berharap pertemuan ini tidak hanya menindaklanjuti perkembangan penempatan skema melalui visa E7, tetapi juga bagaimana kita bisa membicarakan langkah lebih maju yaitu penempatan PMI melalui skema tersebut,” ujar Benny.

General Manager Samsung Heavy Industry, Mr. Kim Jae Hwan, menjelaskan Samsung Heavy Industry memiliki karyawan kurang lebih 20 ribu, termasuk di dalamnya karyawan dari negara lain. Namun nyatanya di lapangan, Samsung Heavy Industry masih kekurangan karyawan. “Untuk itu kami membuka peluang kerja bagi negara-negara di Asia, salah satunya Indonesia. Orang Indonesia ini cukup disukai, karena dianggap sangat baik dan tekniknya cukup tinggi,” jelasnya.

Mr. Kim menyampaikan, Samsung Heavy Industry telah menyiapkan berbagai fasilitas, seperti asrama dan makanan untuk para karyawannya. Semua fasilitas diberikan sama, baik untuk karyawan dari Korea maupun dari negara lain. 

“Harapan kami, pemerintah Indonesia dapat memfasilitasi dalam mengirimkan PMI ke Korea Selatan, karena Samsung Heavy Industry sangat membutuhkan tenaga kerja. Tetapi waktu kami agak pendek, kami berharap pertengahan November 2022, pekerja dari Indonesia dapat masuk ke Korea Selatan,” pinta Mr. Kim.

Menanggapi hal tersebut, Benny mengatakan bahwa BP2MI sangat mendukung penempatan ke Korea Selatan ini, dan tidak ada keinginan untuk mempersulit. Karena hal itu tidak hanya akan merugikan PMI, tetapi juga akan mengganggu hubungan negara antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Jika peluang ini tidak bisa dilakukan, maka pemerintah akan dianggap gagal, dan tentunya dapat merusak kepercayaan pemerintah dan perusahaan di Korea Selatan. Selain itu, peluang kerja ini juga dapat diambil oleh negara lain,” papar Benny.

Adapun penempatan PMI ke perusahaan Samsung Heavy Industry, rencananya akan melalui skema Private to Private (P to P), melalui P3MI PT. Intersolusi Indonesia dengan Agency Hanyul. MP., Co, Ltd. di Korea Selatan. Kedua perusahaan tersebut merupakan satu-satunya perusahaan yang ditunjuk oleh Samsung Heavy Industry berdasarkan regulasi di Korea Selatan.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia dan Afrika, Lismia Elita; Direktur Penempatan Nonpemerintah Kawasan Asia dan Afrika, Sri Andayani; Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika, Suyanto; Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Ahnas; dan Kepala Pusat Data dan Informasi, Yana Anusasana Dharma Erlangga.** (Humas/SD)