Friday, 23 April 2021

Berita

Berita Utama

Dukung Penempatan PMI Profesional, BP2MI Tandatangani Kerjasama dengan Pemda Kab. Sangihe dan PT Jayadi Global Personal Indonesia

-

00.03 29 March 2021 264

Dukung Penempatan PMI Profesional, BP2MI Tandatangani Kerjasama dengan Pemda Kab. Sangihe dan PT Jayadi Global Personal Indonesia

Jakarta, BP2MI (29/3) - Sebagai  bentuk nyata penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional dan kompeten ke berbagai negara, khususnya Jepang, Badan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sangihe dan PT Jayadi Global Personal Indonesia (JGPI).

 

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyampaikan bahwa Kabupaten Sangihe selain memiliki keindahan alam, daerah ini juga memilki prestasi di berbagai bidang yang membanggakan, seperti peraihan medali emas dalam ajang olimpiade matematika tingkat pelajar di Australia pada tahun 2019. Oleh karena itu, Kabupaten Sangihe menjadi daerah yang potensial.

 

“Kita tahu persis kondisi negara kita di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir, angka pengangguran bertambah, angkatan kerja juga sangat tinggi, sehingga kontraksi ekonomi secara global berpengaruh ke negara kita. Salah satu solusinya adalah bagaimana angka pengangguran yang sangat tinggi mampu disiasati oleh BP2MI agar kami dapat menempatkan PMI ke negara penempatan, walau hingga hari ini baru ada 17 negara penempatan yang membuka kesempatan untuk masuknya Pekerja Migran Indonesia,” ungkap Benny saat tandatangai PKS di Aula K.H. Abdurrahman Wahid BP2MI Jakarta, Senin (29/3/2021).

 

Menurut Benny, Jepang menawarkan banyak peluang kerja, yaitu 345 ribu selama 5 tahun, terhitung dari tahun 2019 hingga 2024, lanjut Benny. “Sayangnya kita belum bisa memenuhi keseluruhan yang diminta oleh pihak Jepang. Dengan gaji rata-rata Rp 22 juta per bulan untuk kontrak kerja selama 5 tahun, angka tersebut berada di atas rata-rata gaji pekerja migran di negara lain,” ujarnya.

 

Selain itu, lanjut Benny, Jepang juga mememiliki hukum atau aturan terkait pelindungan ketenagakerjaan yang sangat kuat dalam memberikan jaminan pelindungan ketenagakerjaan, sehingga peluang kerja di Jepang harus dapat ditangkap secara cerdas oleh pemerintah, dalam hal ini BP2MI.

 

Ia mengatakan, kebutuhan pemerintah Jepang mencapai 500 tenaga perawat (nurse) dan perawat lansia (caregiver) untuk skema Government to Government (G to G) dan 70 ribu untuk skema Specified Skilled Worker (SSW), sedangkan baru 20 persen dari kebutuhan tersebut yang dapat terpenuhi.

 

"Jadi, peluang kerja yang terbuka masih sangat besar. Terkait hal tersebut, BP2MI memastikan untuk dapat memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan sebaik mungkin, seperti dengan memastikan bahwa proses migrasi dilakukan dengan aman dan Pekerja Migran Indonesia berangkat melalui jalur yang benar," jelasnya.

 

Benny menyampaikan bahwa PMI adalah pahlawan devisa yang layak diperlakukan dengan sangat baik dengan fakta bahwa mereka menyumbangkan devisa sebesar Rp 159,6 triliun, yang menjadi urutan kedua terbesar setelah sektor migas. Untuk meningkatkan penempatan PMI yang memiliki kualifikasi yang kompeten, maka keahlian dan keterampilan di sektor pekerjaan dan jenis jabatan yang mereka pilih harus diperkuat. Kemampuan bahasa asing yang digunakan di negara penempatan, kesiapan mental dan fisik, dan pemantapan ideologi Pancasila juga harus diperkuat.

 

Di tempat yang sama, Bupati Kabupaten Sangihe, Jabez Ezar Gaghana, menyampaikan bahwa kegiatan hari ini adalah tanggung jawab pemerintah untuk mengatasi angka pengangguran yang cukup tinggi akibat pandemi COVID-19. Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu solusi terkait kondisi saat ini.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, yang memfasilitasi dan memberikan ruang bagi daerah untuk melaksanakan kerja sama dan melaksanakan apa yang menjadi harapan dan kerinduan masyarakat terkait lapangan kerja,” ujar Jabez.

 

Operational Executive Director PT Jayadi Global Personal Indonesia sekaligus Kepala Sekolah Jayadi Global Education Center, Angie Triyani, juga mengaku senang dengan terjalinnya kerja sama untuk mendukung para PMI secara legal.

 

“Kami sangat berterima kasih sekali karena dengan dukungan dari BP2MI bisa memberikan efek yang positif kepada Pekerja Migran Indonesia untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak di Jepang. Kami juga berterima kasih karena dapat bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sangihe,” pungkas Angie.

 

Hadir langsung dalam penandatanganan tersebut yaitu Bupati Kabupaten Sangihe, Jabez Ezar Gaghana; Kepala Dinas Tenaga Kerja Daerah Kabupaten Sangihe, Doktarius Pangandaheng; Direktur PT Jayadi Global Personal Indonesia, Rudi Yanto; dan Operational Executive Director PT Jayadi Global Personal Indonesia sekaligus Kepala Sekolah Jayadi Global Education Center, Angie Triyani.* (Humas BP2MI/CLN)