Monday, 15 April 2024

Berita

Berita Utama

Gelar Rakernis, MenPAN RB Apresiasi Upaya Reformasi Birokrasi di BP2MI

-

00.01 16 January 2024 514

Gelar Rakernis, MenPAN RB Apresiasi Upaya Reformasi Birokrasi di BP2MI

Jakarta, BP2MI (16/1) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BP2MI dengan tema "Gerak Masif, Kerja Progresif". Tema ini juga senada dengan semangat BP2MI di tahun 2024, khususnya dalam pelayanan penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

"Inward and outward looking evaluation tentunya diperlukan, salah satunya untuk menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang saat ini tengah disusun. Kami juga mengerahkan seluruh pegawai di lingkungan BP2MI, baik di pusat maupun daerah, hingga tim Satuan Tugas (Satgas) Sikat Sindikat," ujar Sekretaris Utama BP2MI, Rinardi, seraya membuka kegiatan ini.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Abdullah Azwar Anas, yang turut hadir menyoroti birokrasi yang kerap dianggap rumit oleh publik.

"Kita memerlukan pergerakan untuk birokrasi yang lebih mudah dan berdampak bagi masyarakat. Kami juga telah melakukan penyederhanaan dan pemangkasan di berbagai aspek. Saya mengapresiasi upaya BP2MI dalam reformasi birokrasi hingga menjadi lebih berdampak bagi masyarakat, " jelas Azwar di Le Meridien Jakarta, Selasa (16/1/2023).

Digitalisasi, lanjut Azwar, memiliki peran yang sangat penting dalam memangkas proses bisnis di birokrasi pemerintah. 

"Kita dihadapkan dengan tantangan terlalu banyaknya aplikasi di berbagai Kementerian/Lembaga (K/L). Saat ini ada 27 ribu aplikasi pemerintah yang tercatat. Oleh karena itu, kami akan mengintegrasikan layanan digital lintas K/L untuk memangkas banyaknya aplikasi yang perlu diunduh oleh masyarakat," pungkas Azwar.

Azwar menyampaikan, perlu adanya sumber daya manusia yang kompetitif, dan birokrasi yang profesional. 

"Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan birokrasi seperti terjebak di zona nyaman, tindak kecurangan jual-beli jabatan, politisasi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan sebagainya. Maka, salah satu upaya yang kami lakukan adalah proses seleksi yang transparan, real time, dan terbuka untuk publik," tambahnya.

Azwar juga mengingatkan peserta Rakernis terkait netralitas ASN menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan datang. "Saya harap ASN dapat menjadi mesin penggerak birokrasi yang netral, tidak berpihak, dan bebas dari pengaruh politik." * (Humas/CLN)