Friday, 4 April 2025
logo

Berita

Berita Utama

Kunjungi BP3MI NTB, Wamen Christina: Pentingnya Soliditas Pusat dan Daerah Dalam Peningkatan Kinerja Lembaga

--

00.03 27 March 2025 43

Kunjungi BP3MI NTB, Wamen Christina: Pentingnya Soliditas Pusat dan Daerah Dalam Peningkatan Kinerja Lembaga

Mataram, KemenP2MI (27/03) - Disela kunjungan kerjanya ke provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, berkesempatan hadir mengunjungi kantor BP3MI NTB dan memberikan pembinaan kepada seluruh pegawai BP3MI NTB, Rabu (26/03/2025).

Pembinaan dibuka dengan paparan kondisi layanan, sumber daya manusia (SDM), hingga sarana prasarana kantor oleh Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna.

Noerman menyampaikan, pada tahun 2024, berdasarkan data statistik Kementerian P2MI, ada kurang lebih 30ribu warga NTB meninggalkan tanah air untuk bekerja ke luar negeri. Sedangkan hingga periode Maret 2025, kurang lebih 9 ribu warga NTB telah bekerja ke luar negeri.

Saat ini dengan keterbatasan SDM, BP3MI NTB tetap berupaya bekerja dengan meningkatkan kualitas pelayanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Pekerja Migran Indonesia, baik dari segi pelayanan penempatan, pelindungan hingga pelayanan informasi. Salah satunya, melalui inovasi sistem di mana pengaduan dapat dilakukan secara daring melalui kanal website: bp2mintb.id

“Selain itu, data yang tersaji dalam website juga disajikan secara realtime, sehingga memudahkan masyarakat dan stakeholder mendapatkan informasi tanpa harus bertatap muka,” pungkas Noerman.

Sementara itu, Wamen Christina menyampaikan bahwa Kementerian P2MI harus memiliki kinerja yang baik sehingga dalam pelaksanaan kebijakan harus solid antara pusat dan daerah. Saat ini Kementerian P2MI menargetkan jumlah penempatan meningkat dari tahun sebelumnya. tidak hanya dari sektor pekerjaan yang middle skill, namun juga mengarah pada high skill

“Untuk mewujudkan target tersebut, perlu adanya sinergi antara pusat dan daerah. Contoh provinsi NTB yang saat ini mayoritas menempatkan Pekerja Migran Indonesia ke sektor ladang kelapa sawit, memiliki potensi sangat besar untuk penempatan sektor hospitality dan kesehatan dengan adanya keberadaan Poltiteknik Pariwisata Lombok dan Poltekkes Kemenkes Mataram,” ujar Wamen Christina.

Dalam sesi diskusi, Wamen Christina juga menerima beberapa masukan dari pegawai BP3MI NTB terkait mekanisme pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), peralihan sistem dari siapkerja ke Siskop2mi, khususnya dalam penerbitan ID Pekerja Migran Indonesia, mitigasi resiko bagi pegawai yang menjadi saksi ahli dan saksi pelapor kasus TPPO, hingga permasalahan magang. 

Selain memberikan pembinaan, Wamen Christina juga berkesempatan meninjau layanan Unit Pelayanan Publik (UPP) BP3MI NTB. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan dan antusiasme para pegawai selama kegiatan kunjungan kerja selama 3 hari berlangsung.** (Humas)