Tuesday, 23 July 2024

Berita

Berita Utama

Membuka Skill Test Sektor Perikanan ke Korsel di Semarang, Kepala BP2MI: Hati-hati Dengan LPK Nakal

-

00.05 14 May 2024 1208

Kepala BP2MI Membuka Skill Test Sektor Perikanan ke Korsel di Semarang , Jateng (14/05/2024)

Semarang, BP2MI (13/05) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani membuka Skill Test Sektor Perikanan ke Korea Selatan di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/05/2024).

Kegiatan Skill Test Sektor Perikanan yang dilaksanakan di Hotel MG Setos, Semarang ini diikuti oleh 4.640 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa.

Menurut Benny, hal ini merupakan bagian dari implementasi UUD 1945 Pasal 27 yang mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Bekerja keluar negeri itu tidak hanya ke Korea, ada juga negara lainnya. Peluang bekerja ke luar negeri sangat terbuka, kami BP2MI selalu berusaha mengimplementasikan UUD 1945 pasal 27 yang berbunyi, ‘Setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan yang layak. Artinya pemerintah berkewajiban menyiapkan lapangan kerja tersebut sebaik mungkin,” ujar Benny.

Lebih lanjut, Benny mengatakan bahwa CPMI harus berhati-hati dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang nakal. Sebab, banyak di antara kejadian yang telah berlalu, sejumlah CPMI tertipu oleh LPK jahat. Mereka ditindas dengan cara dimintai sejumlah uang untuk membayar jasa ketika CPMI lolos dalam Skill Test dan sudah bekerja di luar negeri.

Benny juga mengatakan, belajar di LPK biayanya tidak boleh melebihi Rp. 6.000.000. Jika ada LPK yang menawarkan harga lebih dari itu, berarti bisa dicurigai mereka adalah LPK yang jahat.

“BP2MI juga tidak pernah meminta syarat CPMI harus memiliki sertifikat LPK untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia. Lulus atau tidaknya CPMI ditentukan dengan kemampuan CPMI tersebut melalui test yang pengujinya didatangkan langsung dari Korea, dan tidak ada intervensi BP2MI untuk meluluskan CPMI dalam ujian. Apalagi LPK, mereka hanya bertugas melayani pelatihan bahasa. Sekali lagi CPMI harus berhati-hati dengan LPK yang nakal. Urusan sending ke Korea adalah BP2MI, bukan dari LPK. Negara tidak boleh kalah oleh siapa pun yang menipu daya anak-anak bangsa. Negara tidak kompromi dengan LPK-LPK yang jahat,” tegas Benny.

Terakhir Kepala BP2MI berharap, para CPMI yang mengikuti Skill Test Sektor Perikanan ke Korea Selatan di Semarang bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.

"Mudah-mudahan dipermudah dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Saya tunggu di Jakarta kalian sudah menggunakan jaket kunyit dan malamnya siap terbang ke Korea", pungkas Kepala BP2MI. *** (Humas)