Thursday, 7 July 2022

Berita

Berita Utama

Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, BP2MI Harap Agar Tidak Bergantung pada Negara dan Jabatan Tertentu

-

00.04 27 April 2022 864

Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, BP2MI Harap Agar Tidak Bergantung pada Negara dan Jabatan Tertentu

Kupang, BP2MI (27/04) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelenggarakan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri, bertempat di Kantor Camat Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (24/04/2022).

Dihadiri oleh para stakeholder yang mempunyai peran dalam perihal Pekerja Migran Indonesia (PMI), kegiatan sosialisasi ini merupakan program kerja sama antara BP2MI dengan Komisi IX DPR RI.

Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI Pusat, Dr. Servulus Bobo Riti menyatakan bahwa, tujuan dari kegiatan sosialisasi adalah memberikan informasi kepada masyarakat, tentang peluang kerja dan prosedur yang benar untuk bekerja keluar negeri, agar bekerja dengan aman dan tidak bergantung pada negara tertentu saja, yang menjadi tujuan utama PMI asal NTT.

“Banyaknya kesempatan kerja di beberapa negara, dengan jabatan skill yang tidak dapat direbut oleh pencari kerja asal NTT, karena tidak dapat bersaing akibat terbatasnya kemampuan, atau tidak mendapat informasi, sehingga hanya negara tertentu dengan jabatan non skill yang menjadi tujuan utama," tuturnya.

Servulus lanjut menjelaskan tentang skema penempatan yang penting untuk diketahui oleh masyarakat atau para pencari kerja, yaitu Goverment to Goverment (G to G), Goverment to Private (P G to P), penempatan secara mandiri/perseorangan, dan penempatan PMI Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS).

“Salah satu bentuk kehadiran Negara dalam memberikan pelindungan kepada PMI adalah penetapan kebijakan yang diatur dengan undang-undang sampai dengan teknis pelaksanaan. Peraturan dibuat untuk melindungi PMI maupun Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” terang Servulus.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan bahwa, bekerja di dalam atau luar negeri sama-sama mulia. Ia juga menjelaskan permasalahan serta kebijakan dari pelindungan untuk PMI. Politisi tersebut juga sangat kesal dengan modus operandi para calo.

“Bagilah informasi yang diperoleh dari sosialisasi ini, kepada rekan dan saudara-saudara kalian lainnya jika ingin bekerja ke luar negeri," ucapnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Timor Tengah Selatan, Christian M. Tlonaen mengatakan bahwa, segala bentuk pengurusan di Disnakertrans tidak dipungut biaya, tentunya dengan persyaratan menyiapkan dokumen yang lengkap saja.

“Bukan pintu kantor kami saja, namun pintu hati kami juga terbuka lebar untuk pelayanan,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Amanuban Selatan, Yohanis Asbanu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya, agar warganya tidak lagi pergi bernyawa dan pulang tanpa nyawa.

Kepala UPT BP2MI Wilayah NTT, Siwa, melanjutkan kegiatan sosialisasi dengan sesi tanya jawab dari peserta. ** (Humas/UPT BP2MI Wilayah NTT/Siwa/BJG)