Thursday, 7 July 2022

Berita

Berita Utama

Total 2.247 PMI Sudah Terbang ke Korea, Mimpi Kepala BP2MI Ingin Semua Biaya Penempatan Gratis

-

00.05 24 May 2022 264

Total 2.247 PMI Sudah Terbang ke Korea, Mimpi Kepala BP2MI Ingin Semua Biaya Penempatan Gratis

Depok, BP2MI ( 24/5) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas sebanyak 107 penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G)  ke Korea Selatan. Total sampai gelombang ke 34, sudah 2.247 PMI diterbangkan ke Korea Selatan.

 

Dari 107 PMI tersebut berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan. 

 

Kepala BP2MI Benny Rhamdhani menyatakan, bahwa suatu saat nanti dirinya ingin semua biaya penempatan Pekerja Migran bisa gratis. 

 

"Suatu saat nanti PMI yang bekerja jangan mengeluarkan biaya.  Saya punya mimpi, ke depan semua PMI yang bekerja ke luar negeri gratis, biayanya seluruhnya ditanggung oleh negara. Prinsip saya, kalo rakyat butuh negara menyediakan," ujar Benny saat pelepasan 107 PMI Korea Selatan, di Depok, Rabu (24/5/2022).

 

Seperti dengan pinjaman KTA BNI,  lanjut Benny, sudah bisa membantu meringankan beban. Sehingga PMI tidak harus menjual harta bendanya, dan meminjam uang kepada rentenir. Sejak 2021sampai dengan 24 Mei 2022, sejumlah 380 PMI sudah memanfaatkan KTA BNI dengan total nilai 9,8 Miliar lebih.

 

Benny mengatakan, bahwa sejak Desember 2021 penempatan PMI ke Korea Selatan  mulai di buka. Saat Pandemi Covid-19  selama dua tahun belum ada penempatan ke Korea.

 

"Ini yang ingin kita luruskan karena selama situasi Covid-19 tidak hanya Korea saja yang ditutup. Hampir seluruh negara menutup diri. Selain itu,  kewenangan penempatan dan penutupan bukan pada BP2MI, namun ada di Kementerian Ketenagakerjaan.  Padahal kalau tidak ada Covid-19, kita menempatkan ke 150 negara. Kita nggak mungkin main-main dengan ini, kita serius," gugahnya. 

 

Jadi, sambung Benny  ada fitnah ketika ada yang menyebut BP2MI menutup penempatan Pekerja Migran. Namun, menurutnya  inilah risiko menjadi pejabat negara. Harus tahan dengan berbagai kritik dari masyarakat kareja sudah digaji daj mendapat fasilitas dari rakyat.

 

"Tentu kita berharap tidak ada yang mengambil untung dari situasi ini. Pemerintah harus terus memberikan  pelayanan terbaik  kepada rakyat. Informasi ini penting,  sehingga kalian bisa mendapatkan informasi dan  teredukasi dengan benar," jelasnya.

 

Kepada para PMI, Benny berpesan gunakan kesempatan yang baik ini untuk bekerja. Jaga kepercayaan orang tua, jaga kehormatan, dan nama baik Indonesia.  "PMI adalah orang hebat, orang penting di negara ini.Terima kasih kalian telah memilih jalan yang benar, sukses selalu. Pulang dari Korea, gunakan modal kalian untuk ekonomi dan usaha," jelas Benny.*(Humas/MH/CIE)