Thursday, 7 July 2022

Berita

Berita Utama

BP2MI Buka Verifikasi Dokumen Pendaftaran G to G Korsel, Ribuan CPMI Ikuti Antusias

-

00.04 12 April 2022 597

BP2MI Buka Verifikasi Dokumen Pendaftaran G to G Korsel, Ribuan CPMI Ikuti Antusias

Sumedang, BP2MI (12/4) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani membuka langsung verifikasi dokumen pendaftaran Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program Government to Government (G to G)  Korea Selatan (Korsel) sektor manufaktur dan perikanan tahun 2022.

Verifikasi dokumen pendaftaran digelar di Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Jatinangor, Sumedang,  Selasa (12/4/2022). Diketahui, pendaftaran ini disambut dengan antusiasme  tinggi oleh ribuan CPMI Korea.

Benny mengatakan,  tercatat sebanyak 1.400 CPMI telah mendaftarkan diri pada Senin (11/4/2022), dan 1.200 CPMI pada Selasa (12/4/2022). CPMI yang mendaftar  berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Indramayu, Cirebon, hingga Lampung.

"Saya berbangga dapat hadir di tengah para pejuang keluarga, para CPMI. Saya speechless. Demi Allah, ketika saya masuk, sulit mengungkapkan dengan kata-kata karena hadir di tengah para anak bangsa yang punya mimpi begitu besar. Mereka tidak bekerja untuk dirinya sendiri, tapi juga demi keluarga tercinta di kampung halaman," ujar Benny.

Benny menegaskan, bahwa kini di era baru, para CPMI tak perlu khawatir ada kedzaliman di fase rekrutmen. "Ini era keterbukaan, dimana rakyat harus dimuliakan. Siapa yang lulus dalam tes, mereka yang berhak menikmati hasil perjuangan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Benny turut menegaskan bahwa keliru apabila muncul pandangan destruktif kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Demi Allah saya katakan pandangan itu adalah pandangan keliru. Ini adalah pandangan yang harus kita luruskan. Siapapun yang disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau PMI, mereka adalah pahlawan devisa bagi negara," pungkas Benny disambut gemuruh tepuk tangan para CPMI.

Senada dengan Benny, Wakil Rektor III IKOPIN, Indra Fahmi, menegaskan dengan  kembali dibukanya pendaftaran  ini merupakan bukti  hadirnya pemerintah.

"Jangan khawatir, dari ujung rambut sampai ujung kaki, pemerintah melalui BP2MI senantiasa melindungi para pekerja migran," tutur Indra.

Fahmi mengaku, pada prinsipnya IKOPIN  sangat mensupport dan sungguh sungguh. "Ini terlihat animo yang luar biasa dari para CPMI yang mendaftar. Semua peserta sudah standby sejak dini hari, mereka sahur di IKOPIN. Ini artinya mereka sangat antusias," jelasnya.

Sesuai data BP2MI dalam  5 tahun terakhir,  sejak 2017-2022  jumlah PMI yang bekerja di Korea Selatan dalam program G to G tahun 2018 berjumlah 6.904, tahun 2019 berjumlah 6.192
tahun 2020  berjumlah 640, tahun 2021 berjumlah 174, dan hingga awal tahun  2022 berjumlah 1.319 orang. **(Humas/MSA/MJV/MH)