Saturday, 4 February 2023

Berita

Berita Utama

Gandeng Anggota Komisi IX DPR RI, BP3MI Riau Gelar Sosialisasi di Jambi

-

00.11 2 November 2022 397

Gandeng Anggota Komisi IX DPR RI, BP3MI Riau Gelar Sosialisasi di Jambi

Jambi, BP2MI (2/11) - Bekerja sama dengan Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), A.R. Sutan Adil Hendra, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau menggelar Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri dan Pelindungan Menyeluruh kepada PMI sebagai VVIP.

Digelar Rabu (26/10) hingga Kamis (27/10) di Grand Hotel Kota Jambi, Sutan Adil Hendra yang akrab disapa SAH ini menitikberatkan pentingnya kompetensi dan skill untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sukses. 

“Skill dan kompetensi adalah salah satu syarat penting untuk bekerja ke luar negeri. Untuk berangkat ke luar negeri, para Pekerja Migran Indonesia telah melewati beragam seleksi dan tes, termasuk kemampuan bahasa yang memerlukan daya pikir dan semangat belajar yang tinggi. Untuk itu, Pekerja Migran Indonesia adalah pejuang yang harus kita hormati dan banggakan,” ungkap SAH.

Sementara itu, Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan menuturkan untuk selalu berhati-hati terhadap calo penempatan illegal PMI, dan menghimbau untuk selalu aktif mencari informasi yang benar dan akurat. 

“Jangan gampang tergiur bujuk rayu dan janji manis untuk mendapatkan gaji yang tinggi dengan proses praktis. Akibat yang timbul antara lain tidak terjamin perlindungan hukum, sangat mungkin diperlakukan secara tidak manusia, dibatasi hak dan kewajibannya oleh pengguna, tidak ada jaminan sosial tenaga kerja, dan lain-lain," tutur Fanny.

Oleh karena itu, Fanny berharap agar peserta yang hadir mencari informasi peluang kerja yang benar dan dari sumber yang terpercaya, serta jangan segan untuk berkonsultasi dan bertanya dengan dinas yang membidangi ketenagakerjaan, ataupun BP3MI.

Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Bahari menyampaikan bahwa tingginya tingkat kemiskinan merupakan salah satu faktor yang melatarbelakangi pemberangkatan PMI secara nonprosedural. 

“Tingkat kemiskinan yang tinggi merupakan potensi yang mengarah mudahnya tergoda bujuk rayu oknum penempatan ilegal PMI. Hal ini bagaikan sebuah siklus, kemiskinan berarti tidak memiliki akses pendidikan dan kompetensi, sehingga tidak memiliki pekerjaan dan uang. Untuk itu, ini merupakan tugas kita bersama untuk mengentaskan kemiskinan, khususnya di wilayah Jambi," ujar Bahari.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta sosialisasi berasal dari Komunitas Gerakan Ayo Mengaji (Gerami) Kota Jambi, yaitu sebuah perkumpulan guru mengaji yang tersebar di seluruh kota Jambi. Seluruh peserta yang hadir mengikuti sosialisasi dengan baik dan antusias. **(Humas/BP3MI Riau)