Thursday, 5 August 2021

Berita

Berita Utama

Kolaborasi dengan Manajemen Program Kartu Prakerja, BP2MI Targetkan 92 Counter Layanan Prakerja Purna PMI di seluruh Indonesia

-

00.06 4 June 2021 464

Kolaborasi dengan Manajemen Program Kartu Prakerja, BP2MI Targetkan 92 Counter Layanan Prakerja Purna PMI di seluruh Indonesia

Jakarta, BP2MI (4/6) - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, mengapresiasi dukungan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang memiliki inisiatif untuk lebih memperkenalkan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) kepada Program Kartu Prakerja, khususnya bagi Purna PMI.

Kepala BP2MI juga berterimakasih pada Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja atas ikut sertanya 110 ribu Purna PMI sebagai penerima Kartu Prakerja 2020, pada pembukaan Training of Trainers (ToT) Program Kolaborasi Kartu Prakerja untuk Purna PMI, yang dibuka secara virtual, Kamis (3/6/2021). 

"Terima kasih atas respons cepat Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja atas permintaan dukungan BP2MI untuk penyediaan counter layanan langsung Program Prakerja kepada Purna PMI melalui ToT kepada SDM BP2MI serta sharing data NIK penerima Kartu Prakerja yang berasal dari Purna PMI, saya optimis 92 titik layanan dapat tercapai" ungkap Benny. 

Counter layanan tersebut, lanjut Benny, diharapkan akan menjelma menjadi pusat layanan pemberdayaan PMI Purna yang komprehensif di mana mengintegrasikan beragam program pemberdayaan lintas instansi bagi PMI Purna.

"Penyediaan layanan langsung pada Purna PMI diberikan di seluruh UPT BP2MI dan titik layanan lain. Hal ini memiliki arti strategis bagi BP2MI yang dituntut memberikan layanan terbaik mendekat kepada masyarakat," ungkap Benny. 

Program pelatihan bagi Purna PMI ini didukung oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja yang akan diberikan di 92 titik layanan pendamping bagi Purna PMI. 

"Kita pahami betul, saudara-saudara kita para Purna PMI ini memiliki niat dan keinginan yang besar untuk bergabung dengan program Kartu Prakerja, tapi mereka memiliki banyak sekali keterbatasan. Baik secara literasi digital maupun keterbatasan anggaran untuk mengikuti pelatihan online,” kata Denni.

Ditanggapi oleh Kepala BP2MI bahwa layanan ini sangat disyukuri karena langsung menyentuh kepada para Purna PMI, terutama karena tidak mengetahui adanya kesempatan meningkatkan kompetensi dan mendapatkan dana insentif melalui ikut serta dalam program prakerja. 

“Juga karena adanya keterbatasan literasi digital untuk melakukan pendaftaran dan tahapan program berikutnya, serta kendala keterbatasan infrastruktur teknologi digital,” terang Benny. 

Benny berharap dalam bulan Juni 2021 minimal sudah ada lima Counter Layanan Prakerja dapat beroperasi melayani masyarakat, khususnya bagi Purna PMI.

“Kami menargetkan, dengan adanya Counter Layanan Prakerja ini setidaknya bisa menjangkau penerima Program Kartu Prakerja dari kalangan Purna PMI sebanyak 110 ribu orang, atau minimal sama seperti jumlah peserta tahun lalu,” jelas Benny. 

Counter-counter layanan ini nantinya memberi fasilitas pendampingan sejak pendaftaran, pembelian pelatihan, pelaksanaan pelatihan sampai dengan penerimaan insentif Program Kartu Prakerja. 

Ekosistem pelatihan Kartu Prakerja sendiri menyediakan berbagai pelatihan, ungkap Denni, baik untuk hard skill, technical skill dan soft skill yang sesuai minat, bakat, dan kebutuhan peserta, termasuk bagi Purna PMI.

“Ada 1.561 pelatihan dari 179 lembaga pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja bisa menyiapkan para Purna PMI untuk menjadi customer service, nanny atau pengasuh bayi, dan juga jenis-jenis pekerjaan maupun sektor wirausaha lainnya,” jelas Denni. ** (Humas/MIT/cie)