Thursday, 22 October 2020

Berita

Berita Utama

Pemuda Padang Harapkan Adanya Pelatihan Persiapan Kerja Luar Negeri

-

00.10 13 October 2020 149

Kepala UPT BP2MI Padang, Joko Purwanto menjelaskan kepada masyarakat terkait peluang kerja luar negeri yang dapat diraih oleh pemuda dengan meningkatk

Padang, BP2MI (13/10) – Salah satu seorang pemuda asal kota Padang Sumatera Barat mengungkapkan bahwa dirinya berharap di kota Padang ada pelatihan khusus untuk dapat meningkatkan kompetensi sehingga ia dan pemuda di Kota Padang dapat meraih kesempatan untuk bekerja di luar negeri.

Demikian diungkapkan Budi dalam kegiatan sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia, yang dilaksanakan di Kelurahan Rawang, Padang Selatan, Kota Padang, Senin (12/10/2020). Pernyatan itu langsung disampaikan kepada narasumber, yakni anggota DPR RI Suir Syam, Kasubit PAP dan Fasilitasi Pembiayaan BP2MI Panji Krisnowo, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Padang Joko Purwanto, serta stakeholder terkait.  

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPT BP2MI Padang, Joko Purwanto mengungkapkan program pelatihan untuk pesiapan kerja ke luar negeri di Sumatera Barat yang difasilitasi pemerintah masih sedikit.

“Berdasarkan pasal 40 UU No. 18 tahun 2017 diketahui bahwa calon pekerja migran Indonesia (CPMI) atau yang berminat bekerja ke luar negeri dapat mengikuti pelatihan yang diadakan oleh pemerintah daerah, dalam hal ini adalah pemerintah provinsi. Jadi, diperlukan koordinasi lebih lanjut sehingga ke depannya pemerintah provinsi dapat  menyelenggarakan diklat, baik oleh lembaga pendidikan maupun lembaga pelatihan kerja milik pemerintah dan/atau swasta yang terakreditasi”, jelas Joko. 

Joko juga mengungkapkan, bahwa kemungkinan besar itu dapat terlaksana jika memang pemuda menunjukan itikad dan niat yang kuat untuk belajar dan meningkatkan kompetensinya agar dapat sesuai dengan kualifikasi permintaan tenaga kerja di luar negeri.

Berdasarkan data statistik yang diolah UPT BP2MI Padang, lebih dari 98% penempatan ke luar negeri PMI asal Sumatera Barat adalah ke Malaysia  dengan sektor jabatan formal sebagai Operator Produksi. Sehingga peluang kerja ke luar negeri seperti ke Jepang, Korea, Taiwan dan negara lainnya belum dimanfaatkan oleh masyarakat Sumatera Barat. Peningkatan kompetensi yang dimaksud bukan hanya terkait skill atau keterampilan namun juga penguasaan bahasa asing. 

Joko pun memberikan contoh terkait adanya pelatihan untuk peningkatan kompetensi Bahasa Jepang kepada lulusan keperawatan agar dapat meraih peluang program G to G ke Jepang pada tahun 2020 mendatang. 

Dalam acara tersebut, masyarakat, pemuda, dan stakeholder terkait juga diberikan informasi peluang pekerjaan di luar negeri yang dapat dilamar oleh masyarakat umum tanpa harus memiliki ijazah pendidikan yang tinggi. Jumlah gaji yang ditawarkan ke Jepang dan Korea menarik permuda khususnya yang hingga saat ini masih menanggur. Hal itu diungkapakan oleh Edi, “Kalau gajinya hingga puluhan juta seperti itu tentu saya tertarik, bagaimana tidak di kampung halaman ini tak ada yang akan mengaji saya sebesar itu”, ucapnya. 

Tidak hanya itu, dalam kegiatan yang  berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum masuk ke ruang acara, Kepala UPT BP2MI Padang juga memberikan informasi terkait masyarakat asal Sumatera Barat yang dipulangkan selama Pandemi Covid 19. Tercatat sebanyak 251 orang, baik itu PMI/ WNI / Anak Buah Kapal selama Pandemi Covid 19 bulan Maret hingga Agustus 2020 yang dipulangkan.  

“Faktanya sangat disayangkan bahwa kepulangan tersebut didominasi oleh WNI Bermasalah yang berangkat kerja ke Malaysia. Sebesar 90% merupakan orang yang berangkat kerja tanpa dokumen lengkap atau nonprosedural. Sehingga sulit sekali kami, BP2MI untuk dapat membantu jika ada permasalahan kerja serperti di PHK atau gaji tak dibayarkan nanti”, ungkap Joko.*** (Humas/uptbp2mipadang/dba)