Monday, 28 November 2022

Berita

Berita Utama

Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri di Sukoharjo, BP2MI Gandeng Anggota DPR RI

-

00.07 3 July 2022 624

Sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri di Sukoharjo, BP2MI Gandeng Anggota DPR RI

Sukoharjo, BP2MI (2/7) - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sosialisasikan Peluang Kerja Luar Negeri dan Pelindungan Menyeluruh kepada PMI sebagai VVIP. BP2MI melalui UPT BP2MI Wilayah Jawa Tengah menggandeng anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo.

Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI, Hadi Wahyuningrum, menjelaskan kepada masyarakat yang hadir, tentang pentingnya para calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) berangkat bekerja ke luar negeri secara prosedural.

"Dengan berangkat secara prosedural, para calon PMI akan mendapat perlindungan negara, termasuk dari segi hukum. Ini juga untuk menghindari perlakuan negatif atau masalah yang dapat dihadapi di luar negeri," jelas Yayuk, sapaan akrabnya.di Balai Desa Lorog, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (2/7/2022). 

Yayuk menambahkan, sosialisasi ini adalah kerja sama BP2MI dengan DPR RI dalam memberikan informasi kepada masyarakat agar memahami bagaimana prosedur bekerja ke luar negeri yang benar.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri, tanpa kerja sama dan sinergitas dengan pemerintah desa. Ini merupakan tugas pemerinta desa untuk menyebarkan informasi tersebut kepada warganya," jelasnya 

Hal senada juga diungkapkan oleh Rahmad Handoyo. Ia menjelaskan bahwa PMI adalah pekerjaan yang profesional dan terhormat. Karena itu, penting untuk bekerja secara prosedural dengan mengikuti seluruh tahapan dan memenuhi persyaratan yang ada.

"Selain harus memiliki keterampilan, harus juga sehat jasmani dan rohani. Semua itu perlu dijaga mulai sekarang," ungkapnya.

Kepala UPT BP2MI Wilayah Jawa Tengah, Pujiono, turut menjelaskan bahwa dengan menjadi PMI, secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat Sukoharjo pada umumnya.

"Di Sukoharjo tidak banyak yang jadi PMI, tapi kebanyakan bekerja di sektor formal seperti di pabrik, bukan di rumah tangga. Penghasilan mereka ini bisa menggerakkan ekonomi Sukoharjo. Karena itu, bekerjalah secara prosedural," tutup Pujiono. * (Humas/MIT/BJG)