Friday, 23 April 2021

Berita

Berita Utama

Talkshow di UT Radio, Sekretaris Utama BP2MI Ajak Pekerja Migran Tingkatkan Kompetensi

-

00.04 5 April 2021 77

Talkshow di UT Radio, Sekretaris Utama BP2MI Ajak Pekerja Migran Tingkatkan Kompetensi

Tangerang, BP2MI (5/4) - Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama Razak mengajak Pekerja Migran Indonesia (PMI)  untuk meningkatkan kapasitas serta kompetensi.

"Hal ini sangat penting untuk para calon pekerja migran. Peningkatan kapasitas pekerja migran salah satunya pendidikan adalah kunci kemajuan negara. PMI adalah aset bangsa sehingga untuk menjadikan bonus harus dikelola," ungkap Tatang saat  talkshow di Universitas Terbuka (UT) Radio,  Senin (5/4/2021). 

Ia mengatakan, Universitas Terbuka sebagai salah satu Universitas yang berpengalaman, mampu memberikan kemudahan dalam programnya yaitu belajar online yang tidak membatasi waktu hingga usia. 

Tatang mengatakan,  bahwa PMI adalah sebuah komponen Bangsa Indonesia yang mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Menurut data yang ada di Sistem BP2MI, para pekerja migran yang terdaftar sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) kebanyakan tidak lulus SMA dan maksimal adalah lulusan SMA, di sinilah peran penting lembaga pendidikan. 

"Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di luar negeri, BP2MI bekerjasama dengan Universitas Terbuka melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah ditandatangani oleh Kepala BP2MI tadi. Area kerja sama dalam PKS ini salah satunya adalah untuk melakukan promosi bersama, berkolaborasi, dan untuk memperkenalkan lebih luas lagi program pendidikan yang disediakan oleh UT sehingga UT bisa lebih dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh Sumber Daya Manusia kita hingga ke luar negeri," tambah Tatang. 

Masih diungkapkan Tatang, bahwa masih banyak peluang di sejumlah negara untuk bekerja di berbagai sektor formal. BP2MI sebagai pelaksana kebijakan berupaya mempromosikan PMI ke agensi-agensi di luar negeri bahwa pekerja dari Indonesia juga mempunyai tenaga ahli yg profesional tidak hanya yang low level saja.

"Kekurangan SDM kita saat ini yaitu banyak yang tidak memenuhi kompetensi dan bahasa. Banyaknya lembaga pendidikan di Indonesia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM Indonesia," tutupnya. ** (Humas/Ulv)