Friday, 23 April 2021

Berita

Berita Utama

UPT BP2MI Serang Cegah Pemberangkatan CPMI Ilegal di Bandara Soekarno-Hatta

-

00.03 17 March 2021 390

UPT BP2MI Serang Cegah Pemberangkatan CPMI Ilegal di Bandara Soekarno-Hatta

Serang, BP2MI (17/3) - Berawal dari laporan Lembaga Swadaya Masyarakat FPMI (Forum Perlindungan Migran Indonesia) bahwa akan diberangkatkan lima orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Timur Tengah melalui Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, UPT BP2MI Serang bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan Petugas BP2MI di bandara untuk segera lakukan pencegahan, pada Selasa (16/3/2021). Kelima perempuan CPMI tersebut terdiri dari 2 orang asal Purwakarta, 1 orang asal Cianjur, 1 orang asal Cirebon, dan 1 orang asal Provinsi Kalimantan Selatan.

“Benar bahwa kami menerima informasi tentang rencana keberangkatan sebanyak lima CPMI ke Abu Dhabi dari LSM FPMI, kemudian untuk mengejar waktu kami segera lakukan pencegahan dibantu oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta," ujar Lismia Elita, Kepala UPT BP2MI Serang di lokasi kejadian.

Awalnya kelima CPMI tidak mempercayai petugas, namun setelah  memastikan dan meyakinkan bahwa penempatan majikan perseorangan ke Timur Tengah sudah dilarang sejak tahun 2015, mereka pun mengerti. Kemudian petugas membawa kelimanya ke Shelter BP2MI di Komplek Duta Garden, Kota Tangerang.

“Kami sempat kesulitan untuk membantu mereka dan membawanya ke Shelter Duta Garden, akhirnya petugas berinisiatif menghubungi keluarga salah satu CPMI untuk meminta CPMI agar mengikuti arahan petugas, di sinilah peran penting keluarga PMI dalam menyelesaikan masalah ini," tambah Lismia.

Seorang CPMI mengaku ia diiming-imingi gaji sebesar 1200 Dirham atau sekitar Rp 4,8 juta oleh seorang sponsor bernama Bonar, untuk bekerja sebagai PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga).

“Kami berlima ini akan digaji oleh majikan sebesar 1200 dirham untuk yang sudah pernah bekerja dan 1000 dirham bagi yang baru berangkat, itu kata sponsor ya," kata Ririn, salah seorang CPMI asal Cirebon.

Sampai dengan berita ini diturunkan, kelima CPMI masih menjalani pemeriksaan oleh petugas BP2MI. ** (Humas/UPT BP2MI Serang/Bunuch)