Wednesday, 19 June 2024

Berita

Berita Utama

Bersama Kepala BP2MI Lepas Ratusan Pekerja Migran Indonesia, Kepala BNN: Pekerja Migran Indonesia Bisa Menjadi Duta Anti Narkoba

-

00.04 1 April 2024 1080

Bersama Kepala BP2MI Lepas Ratusan Pekerja Migran Indonesia, Kepala BNN: Pekerja Migran Indonesia Bisa Menjadi Duta Anti Narkoba

Jakarta, BP2MI (1/4) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Marthinus Hukom melepas sebanyak 171 Pekerja Migran Indonesia skema G to G Korea Selatan, 1 orang Pekerja Migran Indonesia skema G to G Jerman, dan 8 orang Pekerja Migran Indonesia skema SP2T Taiwan di eL Hotel Jakarta, Senin (1/4/2024). Hadir pula secara hybrid, sebanyak 589 CPMI G to G Korea Selatan yang sedang mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan.

Kepala BNN menyampaikan bahwa Pekerja Migran Indonesia adalah wajah Indonesia di mata dunia, sehingga diharapkan tidak terjebak dalam dunia narkotika.

"Adik-adik yang hadir saat ini, saya harap jangan mau diajak bergabung oleh jaringan narkoba di negara penempatan masing-masing. Menurut data Kemenlu, pada tahun 2022 ada sebanyak 177 WNI di luar negeri yang terindikasi kasus narkoba. Kalian adalah aset bangsa, hindarilah hal-hal tersebut. Saya ingin mencari salah satu Pekerja Migran Indonesia yang berprestasi dan bebas narkoba untuk dapat menjadi duta anti narkoba," ungkap Marthinus.

Disampaikannya lagi, BNN memiliki irisan dengan BP2MI karena sama-sama terkait dengan isu-isu narkoba, TPPO, dan paham radikalisme yang rentan dialami oleh para Pekerja Migran Indonesia.

"Pekerja Migran Indonesia adalah generasi-generasi berprestasi. Mereka menantang masa depan dengan bekerja ke luar negeri. Ini bukan hal yang gampang, karena itu saya ingin memberikan motivasi dan membentengi mereka dengan pengetahuan yang berhubungan dengan isu-isu tadi, agar mereka tidak tergoda," jelas Marthinus di hadapan awak media.

Kepala BP2MI mengamini hal tersebut dan mengimbau agar para Pekerja Migran Indonesia dapat menjaga harapan tersebut.

"Kalian telah melewati proses yang panjang, dan berhasil sampai pada titik ini. Ada 4K yang penting untuk perlu kalian dijaga, yaitu kesungguhan, keberanian, kesetiaan, dan kehormatan," kata Benny.

Benny juga menambahkan harapannya agar ke depan, pemerintah semakin berpihak kepada Pekerja Migran Indonesia, termasuk dengan membebaskan seluruh biaya penempatan.

"Pemerintah harus berpihak kepada rakyatnya, termasuk kepada Pekerja Migran Indonesia. Masih panjang perjuangan yang akan kita tempuh, termasuk harapan saya adalah pembebasan biaya penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia di seluruh skema," tutup Benny.

Dalam kegiatan ini dihadiri pula oleh perwakilan German Agency for International Cooperation (GIZ) untuk Indonesia dan Timor Leste, Moniq Theresia juga ketiga Deputi BP2MI. ** (BP2MI/MIT/MSA)