Saturday, 4 February 2023

Berita

Berita Utama

UPT BP2MI Wilayah Aceh Dampingi Perawat Aceh yang Akan Mendaftar Program G to G Jepang Batch XVI

-

00.06 3 June 2022 564

UPT BP2MI Wilayah Aceh Dampingi Perawat Aceh yang Akan Mendaftar Program G to G Jepang Batch XVI

Banda Aceh, BP2MI (3/6) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran (BP2MI) Wilayah Aceh mendampingi perawat yang akan mendaftar program Government to Government (G to G) Jepang Batch XVI. Pendaftaran dilakukan secara online dengan mengisi data dan meng-upload dokumen-dokumen yang disyaratkan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 31 Mei 2022 di Ruang Jeumpa UPT BP2MI Wilayah Aceh.

Calon kandidat program G to G Jepang Batch XVI asal Provinsi Aceh sampai saat ini berjumlah 18 orang. 16 orang diantaranya adalah peserta lulusan pelatihan bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh.

Kepala UPT BP2MI Wilayah Aceh, Jaka Prasetiyono berinisiatif membuat kegiatan pendampingan pendaftaran program G to G Jepang Batch XVI agar memudahkan calon kandidat mendaftar secara online di website resmi BP2MI. “Setelah BLK Banda Aceh membantu melatih bahasa Jepang, giliran kami membantu untuk mendaftar program G to G ke Jepang," pungkas Jaka.

Jaka juga menjelaskan bahwa tahun ini adalah tahun terbanyak perawat Aceh mendaftar program G to G Jepang. Kemungkinan lebih dari 20 orang yang akan mendaftar program tersebut pada tahun 2022. Jika melihat tahun-tahun sebelumnya dengan jumlah pendaftar yang tidak lebih dari lima orang, maka dapat dilihat bahwa peminat program G to G Jepang meningkat secara signifikan. Hal tersebut terjadi karena UPT BP2MI Wilayah Aceh telah bersinergi dengan BLK Banda Aceh dalam mempersiapkan calon kandidat program G to G Jepang sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Sinergitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat akan terus dilaksanakan oleh UPT BP2MI Wilayah Aceh, tanpa kerja sama dengan stakeholder terkait, UPT BP2MI Wilayah Aceh akan sulit mencapai kesuksesan dalam pelayanan, ujar Jaka." * (Humas/FM/UPT BP2MI Banda Aceh)