Saturday, 29 March 2025
logo

Berita

Berita Utama

BP3MI Sulawesi Tenggara Fasilitasi Pemulangan Pekerja Migran Asal Kabupaten Konawe

-

00.03 24 March 2025 1373

BP3MI Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memfasilitasi penjemputan Pekerja Migran Indonesia atas nama Israwati Melamba, asal Desa Asao, Kecamatan Tong

Kendari, KemenP2MI (24/03) - Maraknya aktivitas penyaluran ilegal menyebabkan banyak calon pekerja migran yang tertipu oleh oknum yang mengaku akan mempekerjakan ke luar negeri dengan iming-iming gaji dan fasilitas yang menggiurkan yang ternyata berakhir diterlantarkan.

Baru baru ini BP3MI Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memfasilitasi penjemputan Pekerja Migran Indonesia atas nama Israwati Melamba, asal Desa Asao, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Informasi deportasi itu diterima dari BP3MI Kepulauan Riau yang menyebutkan, ada puluhan Pekerja Migran Indonesia yang akan dideportasi, termasuk satu orang warga Sulawesi Tenggara.

Israwati Melamba merupakan hasil pencekalan BP3MI Kepulauan Riau, yang dicegat saat akan melintasi perbatasan di mana ia tidak bisa menunjukkan dokumen sebagai Pekerja Migran Indonesia. Berdasarkan informasi tersebut, BP3MI Sultra melakukan penjemputan di Bandara HaluOleo Kendari, Jumat (21/03). Israwati tiba dengan menumpang pesawat Citilink pada pukul 15.30 WITA.

Saat di interview oleh petugas BP3MI Sultra di Helpdesk Bandara, Israwati mengaku direkrut oleh seorang penyalur berinisial “S” dan dijanjikan akan kerja di Malaysia sebagai asisten rumah tangga .

“Dia bilang penyalur resmi, jadi saya ikut saja. Saya juga butuh pekerjaan. Dia bilang semua dokumen akan diurus,” ujar Israwati kepada petugas BP3MI.

Setelah dicekal, Israwati melewati serangkaian proses dan selang beberapa hari Israwati kembali ke daerahnya dengan biaya mandiri.

“Keluarga saya sendiri yang beli tiket pulang. Saya sudah tidak ada uang,” lanjut Israwati.

Petugas BP3MI Sultra, Aswan, menyebutkan Israwati adalah korban penyalur ilegal yang berindikasi TPPO yang marak di Konawe.

“Beberapa bulan terakhir, makin marak aduan dan laporan mengenai pekerja migran yang mengalami masalah di luar negeri khususnya wilayah daratan Sultra khususnya Kab. Konawe. Kita akan telusuri perekrutnya,” jelas Aswan.

Selanjutnya, Israwati dijemput keluarganya dan diantar pulang ke Kampung Halamannya di Desa Asao, Kec. Tongauna, Kab. Konawe

Menindaklanjuti kejadian ini, BP3MI Sultra berkoordinasi kembali dengan Dinas Tenaga Kerja Konawe untuk melaporkan tentang warganya yang menjadi korban penyalur ilegal. ** (Humas/BP3MI Sultra)