Thursday, 22 October 2020

Berita

Berita Utama

Edukasi Bengkel PMI BP3TKI Tanjungpinang Mulai Menyasar PMI Deportasi

-

00.01 15 January 2020 558

Edukasi Bengkel PMI BP3TKI Tanjungpinang Mulai Menyasar PMI Deportasi

Tanjungpinang,BNP2TKI (15/01) — Setelah cukup sukses dilaksanakan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) Bermasalah yang ditampung di shelter, BP3TKI Tanjungpinang pada awal tahun 2020 ini mulai serius melebarkan sayap pelaksanaan edukasi Bengkel PMI dengan menyasar PMI Deportasi yang selama ini ditampung di Rumah Penampungan WNIM/KPO Kementerian Sosial Tanjungpinang. Selasa (14/1/2020) merupakan momentum perdana pemberian pembekalan edukasi Bengkel PMI kepada PMI Deportasi, diberikan oleh tim Perlindungan dan Pemberdayaan PMI  BP3TKI Tanjungpinang.

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan PMI BP3TKI Tanjungpinang, Yohan Mariana, menyatakan bahwa pemberian edukasi Bengkel PMI rencananya akan selalu dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Sosialisasi dan Pendataan PMIB Deportasi di Rumah Penampungan WNIM/KPO Tanjungpinang. 

Lebih jauh Yohan menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Bengkel PMI kepada PMIB Deportasi merupakan hal  baru sekaligus terjemahan dari visi Kepala BP3TKI Mangiring Sinaga yang menginginkan adanya inovasi di bidang pelayanan pelindungan PMI khususnya PMIB yang menjadi fokus Seksi Perlindungan.

“Selama ini apabila gelombang deportasi datang dari perwakilan di Malaysia ke Rumah Penampungan WNIM Kemensos, kami hanya sebatas melakukan pendataan dan sosialisasi. Namun setelah dilakukan evaluasi, kegiatan tersebut belum memberikan  manfaat dan nilai tambah bagi PMI, sehingga kami mencoba mengimplementasikan Bengkel PMI yang selama ini telah dilakukan kepada PMIB di Shelter BP3TKI Tanjungpinang, kepada PMIB Deportasi di Rumah Penampungan Kemensos, dan ternyata PMI Deportasi cukup antusias,” jelas Yohan.

Yohan menambahkan antusiasme tersebut terlihat dari keseriusan lebih kurang 90-an orang PMI Deportasi dalam menyimak pemberian materi, dan pasrtisipasi PMI dalam bertanya dan ikut mempraktekkan beberapa keterampilan yang diberikan oleh petugas di lapangan. 

“Bahkan ada salah seorang PMI Deportasi yang selama ini memiliki hobi membuat kerajinan tangan, memberikan kenang-kenangan kepada petugas berupa sebuah gantungan kunci berbentuk Udang terbuat dari bahan tali plastik yang dijalin, hasil karya tangan PMI sendiri,” tutur Yohan.

Pelaksanaan kegiatan Bengkel PMI bagi PMI Deportasi sendiri cukup mendapatkan perhatian dari Kepala BP3TKI Tanjungpinang, Magiring Sinaga. Sinaga menjelaskan bahwa ia sangat senang apabila jajarannya dapat menerjemahkan visi yang telah disepakati bersama dengan kegiatan yang bermanfaat dan memberikan nilai tambah dalam pelayanan. Ia berharap inovasi pelayanan yang telah mulai dilaksanakan oleh Seksi Perlindungan tersebut juga bisa ditiru oleh seluruh jajarannya pada setiap seksi.

“Saya menargetkan tahun 2020 ini adalah tahun inovasi bagi BP3TKI Tanjungpinang. Sehingga saya mengatakan kepada seluruh staf agar mereka senantiasa belajar dan mencari ide-ide baru dan segar sehingga dapat memunculkan kreativitas dan inovasi di bidang pelayanan. Tidak perlu harus inovasi yang benar-benar baru, minimal laksanakan dengan prinsip ATM, yaitu Amati, Tiru dan kemudian Modifikasi sesuai dengan kebutuhan pelayanan,” tutup Mangiring.*** (Humas/BP3TKI Tanjungpinang/Irf)