Wednesday, 3 June 2020

Berita

Berita Utama

Kalbar KLB Corona, BP3TKI Pontianak Tetap Fasilitasi Kepulangan PMI Bermasalah

-

00.03 27 March 2020 452

-

Pontianak, BP2MI (27/03/2020) - Ditengah wabah Corona yang melanda berbagai negara, BP2MI melalui BP3TKI Pontianak kembali hadir dalam menangani pemulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B), Jumat (27/03/2020).

BP3TKI Pontianak bersama KJRI Kuching, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilker Entikong, Satgas Covid 19 Kalimantan Barat, dan instansi lainnya menangani pemulangan sebanyak 66 orang PMI-B di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Kabupaten Sanggau. 

Kepala BP3TKI Pontianak, Kombes Pol Erwin Rachmat, mengatakan para PMI-B ini dipulangkan Pemerintah Malaysia setelah selesai menjalani masa hukumannya. 

Dari hasil wawancara petugas BP3TKI Pontianak, sebanyak 36 orang dipulangkan karena tidak memiliki paspor, 19 orang dipulangkan karena tidak memiliki izin kerja, 7 orang karena ikut orang tua, dan 4 orang melapor ke KJRI Kuching karena ingin dipulangkan ke daerah asal.

“Walaupun saat ini Kalimantan Barat sudah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid 19, namun pelayanan kepulangan PMI-B tetap kami tangani. Kami bersama instansi lainnya bekerja sama dalam pemulangan ini. Tapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan alhamdulillah kami dapat bersinergi dengan instansi lain, sehingga proses pemulangan ini berjalan lancar,” ujar Erwin dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tim Humas BP2MI.

Erwin juga menambahkan ini adalah salah satu gambaran betapa pentingnya sinergitas antarlembaga di kawasan perbatasan. Terlebih lagi, terkait pemulangan PMI-B ini harus melibatkan instansi lainnya. 

Lebih lanjut, Erwin mengungkapkan Kalimantan Barat merupakan daerah perbatasan Indonesia - Malaysia yang memiliki peran sangat penting karena merupakan daerah perlintasan PMI-B. Setiap ada pemulangan PMI-B dari  Sarawak Malaysia selalu melewati PLBN Entikong Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

"Bahkan KJRI Kuching pernah melakukan pemulangan PMI-B melalui PLBN Aruk Kabupaten Sambas. Untuk menunjang proses pemulangan PMI-B, saat ini BP3TKI Pontianak mempunyai tiga helpdesk di PLBN Entikong, PLBN Aruk, dan Bandara Supadio Pontianak," ungkap Erwin.

Dalam kondisi seperti ini, semua petugas helpdesk BP3TKI Pontianak selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dalam bertugas di PLBN. Selain PMI-B yang dipulangkan Pemerintah Malaysia, saat ini juga ada WNI/PMI yang pulang kembali ke Indonesia dikarena situasi di Malaysia yang lockdown hingga 14 April 2020.

Tercatat di PLBN Aruk Kabupaten Sambas, semenjak Januari 2020 hingga saat ini sebanyak 353 PMI pulang kembali ke Kabupaten Sambas dan sekitarnya dengan berbagai alasan diantaranya cuti kerja. 

“Saat ini PLBN Aruk dan Entikong ada perubahan waktu layanan. Pada saat situasi normal waktu layanan dari pukul 05.00-17.00, namun saat ini bergeser menjadi pukul 08.00-14.00. Saat ini WNI tidak diperbolehkan masuk ke Malaysia namun WNI dapat keluar Malaysia, sehingga saat ini kami fokus dalam memberikan pelayanan kepulangan,” ujar Erwin.

Bahkan, akhir-akhir ini tren kepulangan PMI-B meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Data Seksi Perlindungan BP3TKI Pontianak menunjukkan bahwa selain pemulangan pada hari ini sebanyak 66 orang, pada 23 Maret 2020 KJRI Kuching telah melakukan repatriasi sebanyak 11 orang, dan pada 21 Maret 2020 sebanyak 178 PMI-B telah dipulangkan dari Malaysia.

Erwin menambahkan semua petugas di Helpdesk Entikong, Aruk, dan Supadio selalu siap dalam menangani pemulangan PMI-B, baik itu deportasi dari Malaysia, repatriasi KJRI Kuching, PMI Meninggal, PMI Sakit, ataupun PMI terlantar. Selain itu, BP3TKI Pontianak juga telah menjalin sinergitas berbagai lembaga dalam penanganan PMI-B diantaranya KJRI Kuching, BP3TKI Pontianak, Imigrasi, Kepolisian, Bea Cukai, Dinas Sosial ataupun yang lainnya. Semoga sinergitas ini terus terjalin dengan baik.

“Penanganan PMI-B ini perlu sinergitas antar lembaga. Alhamdulillah saat ini hubungan kami dengan instansi terkait berjalan dengan baik. Setiap ada pemulangan ataupun permasalahan terkait PMI berjalan dengan lancar karena adanya sinergitas tersebut,” tutup Erwin. *** (Humas/BP3TKI Pontianak/aa)