Monday, 28 November 2022

Berita

Berita Utama

Kepala BP2MI dan Wamenaker Lepas PMI Sektor Manufaktur ke Korsel

-

00.09 1 September 2022 300

Kepala BP2MI dan Wamenaker Lepas PMI Sektor Manufaktur ke Korsel

Jakarta, BP2MI (1/9) Glorifikasi pelepasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kamis, (1/9/2022), BP2MI kembali memberangkatkan PMI ke Korea Selatan (Korsel). Pelepasan dilaksanakan di hotel el-Royal, Jakarta Utara.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menjelaskan bahwa 96 PMi yang akan diberangkatkan hari ini akan bekerja pada sektor manufaktur di Korea Selatan. Kemudian, sejak pemberangkatan PMI dengan skema G to G (Government to Govenrment).

"Kita sudah lepas kurang lebih 6.700 PMI, dan jika ditambah dengan skema lain yaitu itu P to P (Private to Private) mandiri, per hari ini kita sudah melakukan pelepasan kurang lebih 101.000 PMI ke negara-negara penempatan," kata Benny Rhamdani.

Benny pula, sampai akhir tahun 2022, sebanyak 150.000 PMI yang diberangkatkan ke luar negeri. Dia pun menegaskan bahwa BP2MI akan terus melakukan glorifikasi atas keberangkatan para PMI ke negara tujuan.

"Saya ingin setiap melepas para pekerja migran ibarat negara melepas kontingen olimpiade," ujar Benny.

Karena itu, dalam setiap acara pelepasan keberangkatan PMI, terang Benny, BP2MI selalu menghadirkan tokoh-tokoh. Seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, sampai para anggota DPR RI. 

"Kalian pahlawan devisa layak dilepas dengan hormat, mendapatkan perlakuan terhormat dan dilepas oleh orang-orang penting yang mewakili negara," ucap Benny di depan para PMI yang akan diberangkatkan.

Tak hanya itu, Benny mengungkapkan terkait para PMI layak diperlakukan seperti itu karena perannya sebagai pahlawan devisa bagi negara. Sumbangan devisi PMI bagi negara tercatat sekitar Rp159,6 triliun atau hanya kalah dari devisa yang disumbang sektor migas. 

"Pekerja migran Indonesia penyumbang devisa terbesar kedua kepada negara ini, Rp159,6 triliun, sehingga saya berani mengatakan negara ini berhutang pada kalian. Karena itu maka tata kelola penempatan, tata kelola perlindungan (PMI) diperbaiki dengan berbagai regulasi yang memberikan kepastian hukum," ujar Benny. 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor menyampaikan apresiasinya kepada BP2MI yang mulai rutin memberangkatkan PMI ke negara tujuan pasca pandemi mereda. 

"Saya memberikan apresiasi yang sangat kuat kepada BP2MI di bawah kepemimpinan Pak Benny Rhamdani karena dengan kondisi pandemi yang masih ada ini Indonesia sudah bisa menempatkan tenaga-tenaga kerjanya, PMI-nya ke luar negeri, sehingga kita bisa dan mampu untuk bangkit dari keterpurukan pasca pandemi," tutur Wamanaker. 

Selain pemberangkatan G to G ke Korea Selatan, Benny melanjutkan, pada bulan September ini BP2MI direncanakan akan mulai memberangkatkan PMI ke Jerman dan negara penempatan lainnya. 

Untuk diketahui, sebanyak 96 PMI yang dilepas BP2MI ke Korsel dibuka kembali sejak akhir tahun 2021. Sudah sebanyak 6.707 PMI yang diterbangkan menuju negeri ginseng tersebut. 

"Nanti kita akan lepas di bulan September dan beberapa negara penempatan dengan skema G to G. Termasuk Jerman sudah mulai jalan di tahun ini, gajinya lebih tinggi dari Korea, sekitar Rp34 juta sampai Rp40 juta," pungkas Benny.(Humas BP2MI)