Thursday, 7 July 2022

Berita

Berita Utama

Lepas Keberangkatan CPMI G to G ke Korsel, CPMI: Jika Tak Ada KTA, Mungkin Saya Sudah Terjebak Rentenir

-

00.05 19 May 2022 172

Lepas Keberangkatan CPMI G to G ke Korsel, CPMI: Jika Tak Ada KTA, Mungkin Saya Sudah Terjebak Rentenir

Depok BP2MI (19/5) – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, kembali melepas keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan. Kali ini, ada 67 orang dari gelombang ke-33 yang dilepas di Wisma Hijau, Depok pada Kamis (19/5/2022).

Pada kesempatan ini, Benny tak bosan mengingatkan kepada CPMI yang hadir serta pemirsa yang menyaksikan secara daring melalui siaran langsung di Facebook untuk tidak mudah terprovokasi berbagai kabar burung yang beredar di masyarakat.

“Penutupan penempatan kerja ke berbagai negara ketika pandemi bukanlah hak dari BP2MI. Itu terjadi karena Negara Penempatan yang menutupnya akibat pandemi Covid-19. Saya pasti akan dimarahi oleh Presiden dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) jika dengan sengaja menutup kesempatan kerja ke negara lain. Bodoh jika kami sengaja menunda keberangkatan dari para penyumbang devisa negara,” imbuh Benny.

Per hari ini, lanjut Benny, sudah ada 65 negara yang membuka akses untuk penempatan kerja. Normalnya, ada 150 negara yang dibuka sebelum pandemi Covid-19. “Ini adalah kabar baik bagi para CPMI yang sudah menanti dibukanya akses ke berbagai negara untuk bekerja. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, apalagi BP2MI memfokuskan tahun ini sebagai tahun penempatan,” ujar Benny.

Rasa bahagia diungkapkan oleh Taufikurrahman. CPMI usia 28 tahun yang berasal dari Nusa Tenggara Barat ini sangat gembira akhirnya dapat bertolak ke Korea Selatan, apalagi ia juga mendapatkan kemudahan modal untuk berangkat bekerja dengan fasilitas Kredit Tanpa Agunan (KTA).

“Saya mendapatkan pinjaman KTA sebesar Rp 25 juta. Jika tidak ada fasilitas KTA, mungkin saat ini saya sudah meminjam uang ke rentenir yang bunganya sangat besar dan tentu membahayakan bagi saya dan keluarga saya di kampung halaman. Untuk itu, saya sangat bersyukur,” ungkap Taufikurrahman. * (Humas/TDW/MJV/CLN)